Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 9 Agu 2024 16:29 WIB ·

Gading Mojokerto Rintis Cabai Jamu, Sumber Cuan Baru!


					<em>Warga Desa Gading antusias mengikuti pelatihan pembibitan cabai jamu sebagai alternatif komoditas unggulan.</em> Perbesar

Warga Desa Gading antusias mengikuti pelatihan pembibitan cabai jamu sebagai alternatif komoditas unggulan.

Mojokerto [DESA MERDEKA] – Desa Gading di Mojokerto, yang selama ini terkenal dengan sentra pisang Cavendish, kini tengah mengembangkan komoditas baru yang menjanjikan, yaitu cabai jamu. Tanaman herbal yang popularitasnya meningkat ini diharapkan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi penduduk desa.

Inisiatif diversifikasi komoditas ini dimulai dengan pelatihan pembibitan cabai jamu. Belasan warga Desa Gading antusias mengikuti pelatihan yang menghadirkan narasumber berpengalaman dari kelompok tani cabai jamu Jember pada Kamis (8/8).

Kepala Desa Gading, Shodiq, menyambut baik upaya ini. Menurutnya, budidaya cabai jamu tidak hanya memperkaya variasi komoditas unggulan desa. Lebih dari itu, ia meyakini ini berpotensi besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita sudah punya event pisang Cavendish. Sekarang, dengan adanya cabai jamu, potensi ekonomi desa kita semakin beragam,” katanya optimis.

Antusiasme warga untuk menanam cabai jamu terbilang tinggi. Meskipun tanaman ini relatif baru di desa mereka, banyak warga yang tertarik membudidayakannya. “Bahkan, banyak warga yang sudah menawarkan lahan mereka untuk ditanami cabai jamu,” tambah Shodiq.

Cabai jamu, atau dikenal juga sebagai cabai Jawa, memang memiliki potensi pasar yang signifikan. Tanaman ini menjadi bahan baku penting dalam pembuatan jamu tradisional. Permintaan cabai jamu tergolong tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional. Harga jual cabai jamu kering yang cukup menarik, sekitar Rp 80.000 per kilogram, semakin memotivasi petani untuk mengembangkan komoditas ini.

Kasi Kesejahteraan Desa Gading, Ustad Mashuri, menjelaskan bahwa pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek. Selain teknik penanaman yang benar, warga juga mendapatkan pengetahuan tentang proses pengolahan pascapanen serta strategi pemasaran yang efektif. “Kami ingin memastikan warga tidak hanya mampu menghasilkan cabai jamu berkualitas, tetapi juga memiliki akses pasar yang baik,” ujarnya.

Ke depannya, Desa Gading memiliki rencana berkelanjutan untuk mengembangkan budidaya cabai jamu. Rencananya, akan ada pelatihan lanjutan yang fokus pada praktik penanaman dan perawatan tanaman secara intensif. Selain itu, pihak desa juga akan membangun jaringan pemasaran yang solid. Tujuannya adalah memastikan seluruh hasil panen petani dapat terserap pasar dengan harga yang optimal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Anggaran Desa Kudus Tercekik, Kades Tagih Solusi Bupati

18 Juni 2026 - 02:56 WIB

Besikama Perkuat Kader Posyandu demi Kesehatan Warga Desa

17 Juni 2026 - 19:13 WIB

Pindang Srani: Rahasia Harmonisasi Petinggi Desa Jepara

15 Juni 2026 - 11:00 WIB

Dilema Dana CSR Desa Tamainusi: Antara Pembangunan dan Penjara

15 Juni 2026 - 09:05 WIB

Lewat Sentuhan Digital, Potensi Tersembunyi Desa Wisata Guranjhil Siap Mendunia

13 Juni 2026 - 17:49 WIB

Nagari Ladang Panjang Perkuat Benteng Desa Lawan Narkoba

13 Juni 2026 - 15:43 WIB

Trending di DESA