Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) satu rombongan belajar di SMA Swasta Cendana Boas, Desa Dirma, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dialihkan ke area terbuka di bawah pohon. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa pengalihan ini bersifat sementara karena adanya proses pengerjaan fisik di lingkungan sekolah.
Kronologi dan Bantuan Laboratorium
Wakil Kepala SMA Swasta Cendana Boas, saat ditemui di lokasi sekolah, Senin (31/8/2026), menjelaskan bahwa selama ini pihak sekolah hanya memiliki tiga ruang kelas yang dibangun secara swadaya menggunakan anggaran pribadi.
“Kita punya tiga ruang kelas dan siswanya ada seratus lebih. Untuk sementara ada satu kelas yang belajar di luar karena ruangan ada renovasi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut terpaksa dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan fasilitas yang ada.
Di samping pengerjaan renovasi kelas secara mandiri, pada tahun anggaran 2026 ini, SMA Swasta Cendana Boas terdaftar sebagai salah satu penerima bantuan pemenuhan fasilitas dari pemerintah pusat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini tengah mendirikan satu unit bangunan laboratorium baru di kompleks sekolah tersebut yang statusnya masih dalam proses pengerjaan fisik.

Status Regulasi Dapodik
Berdasarkan data residu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikdasmen, SMA Swasta Cendana Boas memiliki total rombongan belajar dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 100 orang. Sekolah ini didirikan tujuh tahun lalu oleh swadaya masyarakat desa setempat guna menyediakan akses pendidikan tingkat menengah di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, status pengelolaan sarana dan prasarana (sarpras) pada satuan pendidikan swasta berada di bawah tanggung jawab yayasan atau lembaga pendiri. Bantuan anggaran dari Pemerintah Daerah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik maupun hibah APBN bersifat stimulan dan disalurkan berdasarkan antrean verifikasi validasi data kerusakan yang diunggah oleh operator sekolah ke dalam sistem Dapodik secara berkala.
Data Sektoral Sarpras SMA di NTT
Keterbatasan ruang kelas permanen di wilayah perbatasan ini linier dengan data makro sarpras di Provinsi NTT. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Kabupaten Malaka memiliki total 35 sekolah setingkat SMA yang tersebar di 12 kecamatan.
Selain faktor keterbatasan anggaran daerah, pemenuhan ruang kelas di NTT juga dipengaruhi oleh faktor kebencanaan. Laporan berkala Kemendikdasmen RI per akhir Agustus 2026 mencatat sebanyak 1.221 sekolah di wilayah NTT mengalami dampak kerusakan akibat aktivitas gempa bumi tektonik teranyar. Kerusakan tersebut mencakup 5.521 ruang kelas, atau setara dengan 63,7% dari total ruang kelas terdata di zona terdampak, yang saat ini berstatus rusak ringan hingga berat dan memerlukan pembangunan Ruang Kelas Darurat (RKD).

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.