Sijunjung, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Suasana haru dan bangga menyelimuti lapangan upacara Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Perayaan tahun ini terasa sangat berbeda bagi para pelajar dan warga setempat karena kehadiran tamu istimewa dari jajaran pemerintah provinsi.
Bagi warga Kamang Baru, kehadiran pejabat tinggi provinsi merupakan momen yang sangat langka. Kecamatan terluas di Kabupaten Sijunjung ini memiliki area mencapai lebih dari 830 kilometer persegi. Letaknya berada di ujung timur Sumatera Barat dan berbatasan langsung dengan Provinsi Riau. Jaraknya yang mencapai 178 kilometer dari Kota Padang (ibu kota provinsi) membuat wilayah perbatasan ini jarang dikunjungi oleh pimpinan daerah secara langsung.
Reni, salah seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) tingkat kecamatan, mengaku sempat merasa gugup saat menjalankan tugasnya. Pasalnya, prosesi pengibaran bendera di wilayah lintas provinsi ini disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Rasa lelah selama masa latihan intensif seketika terbayar lunas begitu Sang Merah Putih berhasil dikibarkan dengan lancar.
“Semua latihan dan rasa lelah selama ini terbayar ketika melihat Merah Putih berkibar,” ungkap Reni dengan penuh haru.
Pengalaman di daerah perbatasan ini menjadi kenangan berharga yang tidak akan dilupakan oleh para generasi muda di wilayah kecamatan tersebut.
Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh masyarakat yang memadati area lapangan. Banyak di antara warga dan pelajar yang memanfaatkan momen seusai upacara untuk bertegur sapa, bersalaman, serta berfoto bersama. Menurut Rosdani (43), salah satu warga yang hadir, anak-anak di daerahnya sangat antusias karena biasanya mereka hanya bisa melihat para pemimpin daerah melalui tayangan berita atau media sosial saja karena faktor jarak yang jauh dari pusat kota.
Kehadiran pejabat tinggi tingkat provinsi di upacara tingkat kecamatan ini memang disengaja oleh pihak pemerintah. Langkah ini diambil agar semangat kemerdekaan dan pelayanan publik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang berada di wilayah terluar, serta memperkuat komunikasi antara pemerintah provinsi dengan warga di tingkat nagari dan kecamatan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.