Bulukumba, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Langkah berani diambil BUMDes Reski Mulya Desa Bajiminasa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Tanpa jeda, mereka langsung menebar kembali 2.500 benih lele sesaat setelah mengantongi omzet dari panen perdana seberat 785 kilogram. Strategi putaran cepat ini menjadi jawaban nyata atas momok mati surinya unit usaha desa pasca-selebrasi panen pertama.
Pola budidaya berkelanjutan tersebut sengaja diterapkan untuk menjaga kontinuitas produksi. Target utamanya adalah memastikan pasokan ke pasar tetap konsisten dan tidak terputus. Guna memuluskan rantai bisnis ini, BUMDes langsung menggandeng UD. Reski Ramadhan (Lele Tedong) sebagai mitra pemasaran hulu-hilir.

Keberhasilan manajemen risiko ini tidak lepas dari pembinaan intensif Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulukumba. Selain itu, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa juga mengawal optimalisasi Dana Desa agar tepat sasaran menjadi modal produktif, bukan sekadar anggaran seremonial. Melalui siklus bisnis yang cepat ini, Pemerintah Desa Bajiminasa optimistis BUMDes mampu menjadi motor kemandirian ekonomi yang tangguh di tengah masyarakat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.