Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 30 Jun 2026 08:13 WIB ·

Tiket Menuju Taman Pelangi Lahir dari Rapinya Administrasi


					Penyusunan APBDes untuk Taman Wisata Pelangi Dengkol Perbesar

Penyusunan APBDes untuk Taman Wisata Pelangi Dengkol

Singosari, Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Bagi mayoritas pemerintahan desa, penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan sering kali menjadi momok akhir tahun yang menguras energi, waktu, dan pikiran. Namun, potret yang jauh berbeda justru tersaji di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, di mana administrasi tidak lagi dipandang sebagai beban birokrasi, melainkan sebuah seni tata kelola.

Ketika Tim Fasilitasi APBDes Kecamatan bersama Tenaga Pendamping Profesional (TPP) turun ke lapangan untuk melakukan penyesuaian LPJ APBDesa 2025–2026 dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, atmosfer kaku yang biasa menyelimuti ruang rapat seketika sirna. Jajaran perangkat desa setempat sukses mengubah ritme kerja yang tertib dan disiplin menjadi sebuah budaya organisasi yang konsisten dan mengakar kuat dari bawah ke atas.

Sudut pandang unik dari Desa Dengkol mengajarkan bahwa sebuah lompatan inovasi besar—seperti proyek Destinasi Wisata Taman Pelangi Dengkol—tidak dibangun di atas angan-angan kosong, melainkan di atas tumpukan dokumen keuangan yang bersih dan presisi. Para Pelaksana Pengelola Keuangan Desa (PPKD) serta Pelaksana Kegiatan (PK) di Dengkol menolak menjadikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan laporan bulanan sebagai rutinitas administratif belaka. Performa luar biasa ini tercermin penuh pada dedikasi Kaur Keuangan Desa Dengkol yang menyusun seluruh arus kas, nota, dan Dokumen Keuangan secara runtut, rapi, serta dapat dipertanggungjawabkan tanpa menyisakan sedikit pun celah keraguan bagi pihak pemeriksa.

“Jajaran perangkat desa menjadikan ritme kerja yang tertib sebagai budaya dan menerapkannya secara konsisten,” menjadi penanda utama bahwa mereka telah berhasil menuntaskan urusan mendasar di internal pemerintahan.

Ketika sebuah desa berhasil mengelola energinya untuk merapikan anggaran tepat waktu, mereka otomatis memiliki ruang gerak dan waktu yang jauh lebih luas untuk memikirkan inovasi pembangunan fisik serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Melalui integrasi anggaran yang matang pada RKP 2027, Pemerintah Desa Dengkol membuktikan kebenaran sebuah tesis penting: transparansi administrasi merupakan tiket utama untuk mewujudkan impian besar. Wisata Taman Pelangi kini sedang diperjuangkan untuk menyulap potensi lokal menjadi magnet wisata unggulan yang mandiri.

Pada akhirnya, ketertiban laporan keuangan di Desa Dengkol bukanlah muara akhir dari sebuah pekerjaan, melainkan fondasi kokoh untuk melahirkan pembangunan pariwisata yang berdampak panjang dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Warga Lubuk Minturun Desak DPRD Sumbar Benahi Sekolah

19 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Trending di KABAR DESA