Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Semangat berinovasi menjadi modal utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan di tengah persaingan pasar. Hal ini dibuktikan oleh Marno, seorang pedagang bakso asal Aun Duriang yang telah menekuni usahanya selama 20 tahun.
Meski sudah dua dekade berjualan, Marno tetap antusias meningkatkan kapasitas dirinya. Ia hadir sebagai peserta dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengusaha UMKM yang diinisiasi oleh Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi. Acara tersebut berlangsung di UPTD PLUT KUMKM Sumbar pada Kamis, 25 Juni 2026.
Marno mengakui bahwa pelatihan ini membuka cakrawala baru bagi pengelolaan bisnisnya. “Kegiatan ini sangat berdampak positif bagi kami. Selain memperluas wawasan manajemen, kami mendapat suntikan motivasi untuk terus menaikkan kelas usaha kuliner kami,” ujar Marno.
Bagi Marno, adaptasi adalah kunci utama. Perubahan zaman dan tren preferensi konsumen menuntut pedagang tradisional untuk melek strategi pemasaran baru agar tidak tergerus kompetisi.
Dalam arahannya, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mengingatkan para pelaku UMKM untuk menetapkan visi bisnis yang jelas. Ia menggarisbawahi tiga pilar utama penentu kesuksesan usaha, yakni fokus, disiplin, dan peningkatan keahlian (up-skilling).
“Keberhasilan sebuah usaha tidak melulu soal besarnya suntikan modal finansial. Kunci utamanya terletak pada konsistensi menjaga mutu produk serta kualitas pelayanan kepada pelanggan,” tegas Muhidi di hadapan peserta.
Pesan strategis tersebut langsung direspons positif oleh Marno. Ia berkomitmen menerapkan seluruh materi manajemen dan pelayanan pelanggan yang didapat dari bimtek tersebut ke dalam operasional kedai baksonya sehari-hari.
Kisah ketekunan Marno menjadi bukti nyata bahwa usia usaha bukanlah alasan untuk berhenti belajar. Melalui kesediaan menerima ilmu baru, UMKM lokal memiliki peluang besar untuk naik kelas dan tumbuh berkelanjutan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.