Dari Sesi Curhat Ramah Lingkungan hingga Spil Rencana Aksi Bikin Jakaba dan Kombucha
Batu Busuak, Padang [DESA MERDEKA] — Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu di media sosial, tapi tantangan nyata yang harus dihadapi.
Menjawab tantangan ini, Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Sumatera Barat menggelar aksi nyata di RT 03 RW 04, Koto Tuo, Kelurahan Kepala Koto, Kecamatan Pauh, Batu Busuak, pada Rabu (24/6). Kegiatan keren ini fokus pada penguatan kapasitas kehidupan ramah lingkungan demi mengurangi risiko bencana.
Direktur LP2M Sumbar Felmi Yetti. Sedangkan Fifi Alfiah selaku penanggung jawab kegiatan sekaligus staf lapang LP2M. Kolaborasi epik ini juga dihadiri oleh 1 orang perwakilan FKPAR Padang, serta 8 pakar dari Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Jakarta. Tak ketinggalan, 14 anggota Kelompok Suko dan 8 anggota Kelompok Bunga Setangkai—dua kelompok dampingan andalan LP2M—ikut meramaikan suasana.
Spil Praktik Eco-Friendly Keseharian
Acara dibuka dengan hangat oleh Fifi Alfiah. Bukan sekadar dengerin teori yang ngebosenin, Fifi justru mengajak seluruh peserta untuk saling sharing dan menceritakan praktik kehidupan sehari-hari mereka yang ramah lingkungan. Sesi ini jadi wadah curhat ekologis yang seru banget!

Tanah Juga Butuh Skin Care
Sebagai fasilitator, Ali Akbar membagikan insight penting soal kesehatan tanah. Biar tanaman bisa tumbuh subur, tanahnya harus diberi nutrisi terbaik, mirip seperti filosofi skin care harian kita.
“Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk Organik Padat (POP) akan menyehatkan tanah. Tanah sehat, tanaman subur,” pungkas Ali Akbar.
Rencana Aksi: Next Level Sesi Praktik!
Nggak cuma selesai di teori, kegiatan ini langsung menghasilkan action plan konkret yang bakal dieksekusi ke depannya. Beberapa agenda seru yang siap ditindaklanjuti antara lain:
* Membuat Jamur Keberuntungan Abadi (Jakaba)
* Membuat Pupuk Organik Padat (POP) dari limbah sayuran rumah tangga
* Pengolahan hasil pertanian lokal (bengkoang)
* Membuat teh kombucha yang lagi hype
Aksi lokal ini jadi bukti kalau merawat bumi bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. Let’s save the planet!



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.