Klinik APBDesa Singosari Jadi Inspirasi Tata Kelola Desa di Kabupaten Malang
Singosari, Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Tata kelola pemerintahan desa yang baik tidak lahir secara instan. Karena itu, Pemerintah Kecamatan Singosari terus memperkuat pembinaan melalui Klinik APBDesa. Semangat tersebut tampak saat tim mendampingi penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBDesa Tahun Anggaran 2025 di Desa Randuagung, Senin (22/6/2026).
Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Singosari, Bapak Slamet, memimpin kegiatan bersama Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Singosari. Sementara itu, Kepala Desa Randuagung beserta seluruh perangkat desa mengikuti pembahasan secara aktif untuk menyempurnakan dokumen administrasi.
Tim Klinik APBDesa tidak hanya memeriksa kelengkapan LPJ. Namun, tim juga mencocokkan setiap dokumen dengan hasil pembangunan di lapangan. Dengan demikian, penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Selain itu, tim menggunakan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, serta berbagai regulasi teknis sebagai pedoman pembinaan. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah desa semakin memahami tata kelola keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.
Tim juga meninjau pelaksanaan APBDesa Tahun 2026. Selanjutnya, peserta menyelaraskan perencanaan APBDesa Tahun 2027 dengan kebutuhan masyarakat, kemampuan keuangan desa, dan arah pembangunan daerah. Oleh karena itu, setiap kendala dapat diidentifikasi lebih awal sebelum memengaruhi pelaksanaan program.
Tidak hanya itu, Klinik APBDesa Singosari mengedepankan edukasi, konsultasi, dan kolaborasi. Pendekatan ini membantu pemerintah desa menyelesaikan persoalan sejak dini sekaligus meningkatkan kualitas administrasi pemerintahan.
Sejalan dengan itu, sinergi antara pemerintah kecamatan, pendamping desa, dan Pemerintah Desa Randuagung menunjukkan bahwa pembangunan berkualitas selalu berawal dari perencanaan yang matang. Karena itu, Klinik APBDesa Singosari layak menjadi praktik baik bagi desa-desa lain di Kecamatan Singosari bahkan Kabupaten Malang.
Pada akhirnya, desa yang maju tidak hanya membangun jalan, jembatan, atau gedung. Sebaliknya, desa yang maju juga membangun kepercayaan publik melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Mochamad Fajar Kurniawan adalah praktisi usaha dan pegiat pemberdayaan masyarakat yang berdomisili di Singosari, Kabupaten Malang. Alumnus SMAN 3 Malang (BHAWIKARSU) tahun 1994 & Universitas Brawijaya 1998,Saat ini menjabat sebagai CEO Raja Kebab Singosari dan Raja Ayam Geprek Singosari. Selain aktif di bidang kewirausahaan, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Forum Handarbeni Singhasari (Fondasi), Pembina Paguyuban Batik Singosari, Pembina Paguyuban Batik Lawang, serta menjadi bagian TPP Kecamatan Singosari sejak tahun 2017
Memiliki pengalaman di bidang jurnalistik sebagai mantan Pemimpin Redaksi sebuah tabloid di Kota Malang,memiliki perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, UMKM, dan pembangunan berbasis potensi masyarakat. Melalui berbagai kegiatan dan tulisan, ia berupaya mendorong kemandirian ekonomi, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pelestarian warisan budaya lokal untuk mendukung kemajuan desa dan daerah.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.