Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Sensus Ekonomi 2026 yang digelar BPS Kabupaten Malaka bukan sekadar pendataan administratif di tingkat desa. Dengan melibatkan 240 petugas lapangan yang telah dibekali kecanggihan teknologi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis Artificial Intelligence (AI), sensus ini menjadi kunci pembuka peta jalan ekonomi lokal yang selama ini sering berjalan tanpa arah yang presisi.
Pelatihan intensif selama tiga hari di Hotel Ramayana Betun (9-11 Juni 2026) bukan sekadar formalitas. Para petugas kini dipersenjatai dengan sistem Flexible Authentic Survey in Harmony (FASIH). Teknologi AI ini memudahkan identifikasi klasifikasi usaha secara otomatis, meminimalisir kesalahan manusia (human error) yang kerap terjadi pada metode kertas di masa lalu.
Egidius Emanuel Laka, Kepala BPS Kabupaten Malaka, menekankan bahwa sensus ini akan menjangkau hampir 12.000 UMKM yang tersebar di wilayah Malaka. “Kita tidak lagi menduga-duga. Melalui data akurat, kita memetakan potensi ekonomi desa, mulai dari perdagangan hingga sektor pariwisata, sebagai tulang punggung daerah,” jelasnya.
Data ini adalah instrumen krusial bagi pemerintah desa dan daerah untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Tanpa data rontgen ekonomi yang valid, bantuan modal atau pengembangan infrastruktur desa berisiko salah sasaran. Kini, dengan target nasional mencapai 42 juta unit usaha, Malaka memastikan diri selaras dengan proyek strategis nasional untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Keamanan data menjadi prioritas utama. Sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, data setiap pelaku usaha dijamin kerahasiaannya dan tidak untuk kepentingan perpajakan. Rekrutmen petugas yang dilakukan secara terbuka dan transparan via online menjadi bukti bahwa BPS ingin memastikan kualitas pendataan dilakukan oleh tenaga kompeten yang memiliki integritas tinggi.
Sensus ini bukan proyek ego sektoral BPS semata, melainkan kerja kolektif. Sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait seperti Disperindagkop dan Pariwisata, memastikan bahwa data yang dihasilkan menjadi satu rujukan untuk kebijakan daerah. Bagi warga Malaka, sensus ini adalah momentum emas untuk mencatat potensi ekonomi desa mereka agar dapat lebih berdaya saing di masa depan.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.