Serang, Banten [DESA MERDEKA] – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, membuat gebrakan yang tak lazim bagi seorang pejabat publik. Ia memilih untuk menanggalkan fasilitas mewah—mulai dari kendaraan dinas hingga rumah dinas—demi mengalihkan anggarannya menjadi program yang langsung dirasakan masyarakat: lima unit ambulans gratis untuk desa-desa yang membutuhkan.
Bukan sekadar bagi-bagi bantuan, langkah ini merupakan strategi berbasis data. Kelima desa penerima, yaitu Desa Barugbug, Sindanglaya, Menggureja, Tirtayasa, dan Sindangsari, dipilih melalui proses identifikasi kebutuhan yang tajam. Desa Barugbug di Kecamatan Padarincang, misalnya, mendapatkan prioritas karena wilayahnya yang rawan banjir, membutuhkan kendaraan evakuasi medis yang tangguh. Sementara Desa Sindanglaya, yang menjadi pilot project Rencana Desa Negara Emas 2045, memerlukan standar infrastruktur pendukung yang lebih mumpuni.

Ratu Zakiyah menegaskan bahwa keputusan ini lahir dari keinginan untuk mendekatkan negara pada kebutuhan dasar rakyat. “Ini anggaran yang seharusnya untuk kendaraan pribadi Bupati, tapi kami alihkan untuk ambulans desa,” tuturnya.
Keistimewaan ambulans baru ini terletak pada spesifikasinya. Kepala Dinkes Kabupaten Serang, dr. Efrizal, menjelaskan bahwa unit ini bukan sekadar mobil siaga desa biasa. Dengan fitur medis yang lebih lengkap dan sistem bongkar-pasang pada tempat tidur, kendaraan ini bisa berfungsi multifungsi—sebagai ambulans rujukan medis maupun mobilisasi kegiatan desa. Inovasi ini menjadi pelengkap krusial bagi puskesmas dan bidan desa dalam menangani rujukan pasien yang memerlukan kecepatan akses.
Lebih dari itu, efisiensi anggaran Bupati juga menyasar sektor hunian. Sekitar Rp300 juta hasil pengalihan sewa rumah dinas kini diinvestasikan untuk renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dengan estimasi biaya per rumah Rp20 juta, program ini mampu memberikan dampak langsung bagi 10 hingga 15 keluarga di Kabupaten Serang.
Langkah Bupati Serang ini menjadi potret kepemimpinan modern yang relevan bagi generasi muda: berorientasi pada hasil dan efisiensi. Dengan mengedepankan kolaborasi antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan, ambulans ini diharapkan menjadi penyelamat jiwa yang nyata, bukan sekadar simbol pembangunan di atas kertas. Kesenjangan fasilitas kesehatan yang selama ini menjadi momok bagi warga pelosok pun kini perlahan mulai terurai melalui sentuhan kebijakan yang berani dan transparan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.