Wonogiri, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Siapa sangka, dari lima kumbung sederhana di Desa Golo, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, lahir potensi ekonomi yang fantastis. Pekan ini, BUMDesa Golo mencatatkan torehan impresif dengan memanen kurang lebih 1,3 ton jamur kuping dari total 23 ribu baglog. Angka yang tidak kecil untuk sebuah usaha rintisan desa yang kini perlahan menjadi penggerak ekonomi warga.
Direktur BUMDesa Golo, Andi Eko Susanto, menjelaskan bahwa rahasia keberhasilan mereka terletak pada teknik yang relatif mudah namun berorientasi pada nilai ekonomi tinggi.
“Kami mengelola 23 ribu baglog yang alhamdulillah berkembang dengan baik. Ini bukti bahwa potensi lokal jika dikelola dengan serius akan menjadi penopang ekonomi kerakyatan,” ujar Andi, Jumat (29/5/2026).
Untuk menjaga kestabilan pasokan, BUMDesa Golo menerapkan sistem panen bertahap. Sebagian hasil panen dijual dalam kondisi basah untuk memenuhi permintaan pasar harian, sementara sisanya dikeringkan agar nilai jualnya meningkat dan masa simpannya lebih panjang. Langkah ini merupakan strategi taktis agar produksi tetap stabil dan memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Bagi generasi muda, budidaya jamur kuping ini bukan sekadar bercocok tanam. Ini adalah ruang inovasi. Andi menyebutkan bahwa ke depan, fokus BUMDesa tidak hanya berhenti pada penjualan hasil segar. Mereka tengah merancang strategi hilirisasi berupa pengolahan produk turunan. “Kami membidik pasar yang lebih luas dengan produk seperti keripik, bakso jamur, hingga bumbu penyedap alami. Ini cara kami meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” tambahnya.
Dukungan pun datang dari otoritas kecamatan. Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Puhpelem, Suprianto, menekankan bahwa jamur kuping adalah paket lengkap bagi desa. Selain memperkuat ekonomi melalui UMKM, jamur kuping juga menjadi instrumen penting ketahanan pangan. Kandungan nutrisi di dalamnya, mulai dari serat, vitamin, hingga mineral, menjadikan komoditas ini sebagai pilihan makanan sehat yang bernilai ekonomi tinggi.
Dengan keberhasilan panen perdana sebesar 3,5 kuintal pada April lalu dan tren yang terus menanjak, Desa Golo kini menjadi contoh nyata bagaimana kemandirian desa dapat dibangun dari potensi sederhana. Bagi warga Golo, jamur kuping kini bukan lagi sekadar pelengkap hidangan, melainkan simbol geliat ekonomi desa yang sedang tumbuh subur.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.