Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 18 Mei 2026 19:16 WIB ·

Tradisi Merangkat: Pemuda Desa Puyung Jaga Jantung Adat


					Pasangan pengantin Lalu Aria Sultan Madani dan Rosa Ninty Oktamadila, warga Desa Puyung, menyantap aneka hidangan ayam, yang ayamnya dibawakan para sahabatnya, sebagai ungkapan syukur dan melepas lajang. Perbesar

Pasangan pengantin Lalu Aria Sultan Madani dan Rosa Ninty Oktamadila, warga Desa Puyung, menyantap aneka hidangan ayam, yang ayamnya dibawakan para sahabatnya, sebagai ungkapan syukur dan melepas lajang.

Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat [DESA MERDEKA] – Sahnya sebuah pernikahan di era modern kerap diukur dari megahnya gedung atau mewahnya katering. Namun, masyarakat Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, memilih jalan berbeda. Mereka menggunakan 99 ekor ayam kampung dan kekuatan kolektif pemuda untuk merawat hukum adat sekaligus membentengi ruang sosial desa dari fitnah.

Jumat malam (15/5), Desa Puyung menggelar tradisi Merangkat untuk pasangan muda Lalu Aria Sultan Madani dan Rosa Ninty Oktamadila. Prosesi ini merupakan kelanjutan krusial dari merariq (pernikahan) dalam adat suku Sasak. Alih-alih membawa amplop atau kado mewah, barisan pemuda dan pemudi berjalan kompak mengekor arak-arakan pengantin sambil memeluk erat ayam kampung hidup di dada mereka.

Simbol totalitas dukungan moral itu mewujud dalam angka persis 99 ekor ayam kampung. Bagi para pemuda setempat, puluhan ayam tersebut adalah kado perpisahan untuk melepas masa lajang rekan sejawat mereka.

“Tradisi ini melibatkan keluarga besar, tetangga, hingga tokoh adat. Nilai gotong royong dan silaturahmi sangat terasa dalam kegiatan seperti ini,” ujar HL Junaidi, tokoh masyarakat Desa Puyung.

Secara fungsi sosial dan hukum adat Sasak, Merangkat merupakan maklumat resmi kepada seluruh warga kampung. Melalui prosesi duduk bersama dan mengenalkan mempelai wanita secara terbuka, pihak keluarga mengumumkan bahwa hubungan kedua sejoli telah sah. Keberadaan sang perempuan di kediaman lelaki kini diketahui khalayak umum, sehingga efektif membentengi mereka dari prasangka buruk ataupun fitnah.

Dampak ekonomi dan kebersamaan langsung terasa saat dapur umum desa mulai berdenyut pasca-arak-arakan. Puluhan ayam kampung sumbangan warga diolah secara komunal menjadi menu wajib ayam merangkat; ayam bakar suwir dengan balutan bumbu rempah khas Lombok yang pedas getir. Hidangan tradisional lain seperti totok telok dan antuk manok turut disajikan di atas nampan-nampan besar.

Saat waktu mengkele atau makan bersama tiba, sekat-sekat sosial di Desa Puyung seketika melebur. Tokoh masyarakat, tetangga, hingga anak-anak muda duduk bersila dalam lingkaran yang sama, menyantap hidangan yang sama, dan mensyukuri berkah yang sama.

Regenerasi kearifan lokal di desa adat ini berjalan mulus justru karena pemuda setempat menolak menjadi penonton di tanah sendiri. Mereka mengambil peran sebagai penggerak utama yang bangga menjaga akar budaya. Kehangatan malam itu menyisakan pesan kuat bahwa pernikahan di tanah Sasak bukan sekadar bersatunya dua hati, melainkan tentang sekampung halaman yang bergerak bersama merawat persaudaraan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD