Subulussalam, Nangroe Aceh darussalam [DESA MERDEKA] – Nasib tragis menimpa Dedy Sahputra (37), seorang petani dari Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Sudah empat bulan ia terbaring sakit di rumah sederhananya akibat tertimpa pohon saat bekerja pada Januari 2026 lalu. Ironisnya, di tengah kondisi tulang belakang patah dan dipasang 18 pen, ia justru harus berhadapan dengan tembok birokrasi pemerintah daerah yang kaku dan mempersulit ruang geraknya untuk pulih.
Dedy harus menjalani empat kali operasi di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh. Dokter menyatakan bagian perut ke bawahnya kini mati rasa dan butuh waktu lama untuk normal kembali. Jangankan untuk ke kamar mandi, untuk duduk saja Dedy tidak mampu karena punggungnya langsung terasa panas membara.
Administrasi Rumit dan Bansos yang Kandas
Himpitan ekonomi kian mencekik keluarga miskin dengan tiga anak ini. Sang istri, Rusdiana Bancin, kini terpaksa memikul beban ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus tulang punggung keluarga baru. Perjuangan mereka untuk mendapatkan hak sebagai warga miskin pun berujung kekecewaan mendalam akibat rumitnya urusan administrasi di pemerintahan.
Mereka sempat mengurus berkas bantuan sosial (bansos) pendamping pasien rujukan keluarga miskin ke luar daerah dari Pemerintah Kota Subulussalam. Namun, syarat yang terlalu banyak, rumit, dan memakan waktu lama membuat pasutri ini terpaksa menyerah di tengah jalan. Jaring pengaman sosial yang harusnya menjadi penolong justru berubah menjadi beban administrasi yang melelahkan.
Jawaban Miris Dinas Sosial Soal Kursi Roda
Kekecewaan Dedy tidak berhenti di situ. Demi bisa sedikit bergerak, ia mengajukan proposal bantuan kursi roda ke Dinas Sosial Kota Subulussalam. Jawaban yang ia terima justru sangat menyakitkan dan memutus harapan pemulihannya fisik di rumah.
“Nggak ada pengadaan kursi roda untuk tahun ini,” ujar Dedy menirukan jawaban dingin dari pihak Dinas Sosial. Kini, tanpa bantuan alat mobilitas dan jaminan pengobatan, harapan terakhir keluarga petani Desa Jontor ini tertuju pada Baitul Mal Kota Subulussalam agar sudi mengulurkan bantuan modal usaha rumahan demi menyambung hidup anak-anak mereka.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.