Solok, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Upaya memperkuat denyut nadi perekonomian masyarakat pelosok kini bertumpu pada sinergi lembaga keuangan daerah. Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong seluruh kepala daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperkuat kolaborasi dengan Bank Nagari. Langkah strategis ini dinilai ampuh untuk memperluas akses modal bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat pedesaan.
Melalui himpunan dana pihak ketiga, masyarakat yang menabung di bank milik daerah sejatinya sedang bergotong-royong membangun wilayahnya sendiri. Kepercayaan nasabah menjadi modal utama perbankan untuk menyalurkan kembali pembiayaan produktif ke sektor ekonomi akar rumput.
Manfaat Ganda bagi Nasabah dan Nagari
Apresiasi besar diberikan atas konsistensi Bank Nagari dalam memicu minat menabung warga lewat inovasi pelayanan dan program apresiasi. Salah satunya terlihat dalam acara Penarikan Gebyar Hadiah Bank Nagari di Kota Solok, Minggu (10/5/2026), yang menyediakan total hadiah fantastis senilai Rp3 miliar.
“Dengan menabung di Bank Nagari, masyarakat mendapatkan manfaat ganda. Selain berkesempatan memperoleh hadiah, dana yang tersimpan juga ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujar Muhidi. Pada momentum tersebut, Eri Suryatini (nasabah Cabang Solok) berhasil membawa pulang hadiah utama berupa satu unit Toyota Fortuner.
Tantangan Digitalisasi di Tengah Ketatnya Industri
Dampak positif perputaran ekonomi ini tidak boleh membuat manajemen lengang. Bank daerah dituntut untuk terus memodernisasi infrastruktur pelayanan agar mampu bersaing di tengah ketatnya industri keuangan modern. Kehadiran jajaran direksi lengkap bersama Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menegaskan komitmen birokrasi dalam mengawal transformasi ini.
Akses perbankan digital yang mudah dijangkau hingga ke pelosok nagari menjadi kunci utama agar pelaku usaha kecil tidak terjebak ekosistem keuangan ilegal. Dengan pelayanan maksimal yang mengikuti perkembangan zaman, bank kebanggaan Sumatera Barat ini diharapkan terus menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat desa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.