Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 16 Mei 2026 15:47 WIB ·

Modal Sosial Patita: Perekat Utama Pembangunan Desa Maluku


					Modal Sosial Patita: Perekat Utama Pembangunan Desa Maluku Perbesar

Maluku [DESA MERDEKA] Pembangunan sebuah desa tidak melulu soal infrastruktur fisik, melainkan tentang seberapa kokoh fondasi sosial warganya. Di Maluku, ketahanan komunitas akar rumput tersebut dirawat secara turun-temurun melalui tradisi Makan Patita, sebuah ritual makan bersama yang menjadi simbol persaudaraan dan gotong royong di tengah kehidupan masyarakat desa, khususnya saat merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus.

Tradisi luhur ini mengumpulkan warga untuk duduk berdampingan secara lesehan atau di meja panjang adat. Melalui kebiasaan sederhana namun sarat makna ini, masyarakat desa membuktikan bahwa keberagaman dan kerukunan dapat dirawat secara mandiri tanpa sekat-sekat perbedaan.

Kedaulatan Pangan di Atas Meja Adat
Sajian yang dihidangkan dalam Makan Patita mencerminkan potensi riil sektor pertanian dan perikanan desa. Makanan khas seperti papeda, ikan kuah kuning, hingga kasbi yang dinikmati bersama merupakan hasil bumi dan kebun milik warga setempat.

Secara tidak langsung, tradisi ini memamerkan ketahanan pangan tingkat lokal. Kebiasaan mengonsumsi hasil tanah sendiri memperkuat kemandirian ekonomi desa, sekaligus menegaskan bahwa pemenuhan gizi masyarakat pedesaan Maluku dapat dipenuhi dari lingkungan sekitar mereka sendiri.

Pela Gandong sebagai Benteng Desa
Nilai budaya Pela Gandong yang melekat dalam Makan Patita memperkuat solidaritas antarwarga. Di era modern, tradisi ini berfungsi sebagai ruang ruang sosial terbuka untuk meredam potensi konflik horizontal dan mempererat hubungan kekeluargaan antar-tetangga.

Bagi pembangunan desa, keharmonisan ini adalah modal paling mahal. Ketika persaudaraan terjaga, program musyawarah desa dan gotong royong pembangunan fasilitas publik dapat berjalan lebih efektif. Tradisi Makan Patita menjadi bukti nyata bahwa desa di Maluku tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga aktif merawat nilai sosial yang menjadi fondasi utama kehidupan bernegara.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD