Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

BUMDes · 16 Mei 2026 06:32 WIB ·

BUMDes Jiko Banau Cetak Uang Lewat Udang Vaname


					Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mengamati hasil panen perdana udang vaname BUMDes Jiko Banau, sebanyak 1,5 ton, Jumat (15/5) Perbesar

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mengamati hasil panen perdana udang vaname BUMDes Jiko Banau, sebanyak 1,5 ton, Jumat (15/5)

Halmahera Barat, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Desa Tuada kini tidak lagi sekadar mengandalkan hasil tangkapan laut konvensional. Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan BUMDes Jiko Banau, desa nelayan ini sukses menggelar panen perdana udang vaname sebanyak 1,5 ton dengan nilai jual Rp100 ribu per kilogram pada Jumat (15/5).

Keberhasilan ini menjadi babak baru bagi pembangunan ekonomi berbasis kelautan di Maluku Utara. Angin segar ini sekaligus membuktikan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan dan pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dengan orientasi bisnis yang tepat.

Semi-Intensif: Solusi Cerdas Petambak Desa
Plt. Kepala Dinas Perikanan Kelautan Maluku Utara, Fauzi Momole, menjelaskan bahwa kunci sukses panen ini terletak pada penerapan sistem pembesaran semi-intensif. Sistem ini mencampur pakan buatan dengan fitoplankton alami, serta didukung oleh aerasi mekanik berupa kincir.

Pilihan teknologi ini dinilai sangat ramah untuk kantong dan kapasitas SDM desa. Menurut pedoman pemerintah, sistem semi-intensif menggunakan padat tebar sedang dengan kedalaman kolam sekitar 80–100 cm. Langkah ini menjadi opsi terbaik bagi petambak desa yang menginginkan produktivitas tinggi melampaui sistem ekstensif tradisional, namun tanpa kerumitan modal besar seperti sistem intensif penuh.

Membangun Kampung Nelayan Terintegrasi
Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menegaskan bahwa budidaya udang vaname ini diarahkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat pesisir untuk membangun usaha berkelanjutan. Potensi laut yang melimpah harus dikelola secara konsisten agar memiliki nilai jual yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Sinergi ekonomi ini selaras dengan program pemerintah pusat, yaitu Desa Nelayan Merah Putih. Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad, menyebut Desa Tuada memang sudah lama diproyeksikan sebagai pusat perikanan rakyat.

Sebagai penutup, Wagub berpesan agar penguatan ekonomi pesisir dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan pembangunan Kampung Nelayan sebagai pusat produksi, pengolahan, hingga pemasaran secara mandiri oleh rakyat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BUMDes Sumba Timur Berbenah Raih Legalitas dan Kualitas

8 Juni 2026 - 05:47 WIB

Panen 1,3 Ton, BUMDesa Golo Kembangkan Jamur Kuping

29 Mei 2026 - 17:07 WIB

Mengail PAD Lewat Omzet Bisnis Gantangan Burung BUMDes

28 Mei 2026 - 11:16 WIB

Siasat Gagal BUMDes Lubuk Cuik Berujung Gadaikan Aset

18 Mei 2026 - 18:07 WIB

Siasat Kemendes Kepung Rentenir Lewat Koperasi Desa di NTT

17 Mei 2026 - 11:07 WIB

Embung Kampung Jadi Mesin Uang Desa Tanjung Meranti

16 Mei 2026 - 14:40 WIB

Trending di BUMDes