Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Perang melawan Tuberkulosis (TBC) di Sumatera Barat kini bergeser ke garis depan: Nagari dan Desa. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kunci utama pemberantasan penyakit menular ini bukan lagi di rumah sakit besar, melainkan pada kolaborasi aktif Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga kader kesehatan di pelosok desa.
Tantangan di Sumatera Barat tidaklah ringan. Dari estimasi 25 ribu kasus TBC, sekitar 10 ribu orang di antaranya masih “berkeliaran” tanpa penanganan medis karena belum terdeteksi. Tanpa intervensi di tingkat desa, angka ini berpotensi terus menulari warga lainnya di lingkungan perdesaan.
Renovasi Rumah dan Gizi untuk Warga Desa
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, membawa pesan langsung dari Presiden RI mengenai keseriusan ini. Pemerintah pusat tidak hanya bicara soal obat, tetapi juga infrastruktur hunian. Program renovasi 8.000 rumah tengah disiapkan, mengingat lingkungan rumah yang tidak sehat di pedesaan menjadi inkubator utama penyebaran bakteri TBC.
Tak hanya hunian, asupan gizi juga menjadi sorotan. Pasien TBC dari keluarga kurang mampu di desa diusulkan masuk dalam skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini penting agar pengobatan selama enam bulan tidak terputus hanya karena masalah perut.
Cek Kesehatan Gratis Sebagai Solusi Dini
Pemerintah Provinsi Sumbar kini mengandalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk menyisir warga desa yang selama ini enggan memeriksakan diri. “Jangan sampai masyarakat datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah parah,” ujar Mahyeldi. Kader kesehatan di nagari-nagari didorong untuk lebih aktif melakukan deteksi dini sebelum penyakit tersebut merenggut nyawa.
Melalui sinergi lintas sektor ini, TBC tidak lagi dilihat sebagai masalah medis semata, melainkan bagian dari pembangunan kualitas hidup warga desa. Dengan target eliminasi yang ambisius, penguatan fasilitas kesehatan hingga ke tingkat desa diharapkan mampu menekan angka kematian yang mencapai 126 ribu jiwa per tahun di skala nasional.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.