Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 8 Mei 2026 05:09 WIB ·

Skrining TBC di Balai Desa: Jemput Bola Demi Paru Sehat


					Skrining TBC di Balai Desa: Jemput Bola Demi Paru Sehat Perbesar

Sumenep, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Balai Desa Paberasan mendadak ramai, namun tertib. Bukan untuk pembagian bantuan sosial, melainkan untuk aksi “jemput bola” kesehatan. Puskesmas Pamolokan menggelar skrining sistematis Tuberkulosis (TBC) langsung di jantung desa untuk memastikan penyakit menular ini terdeteksi sebelum terlambat.

Langkah ini diambil sebagai strategi deteksi dini yang melibatkan tenaga kesehatan dan kader desa. “TBC adalah penyakit menular yang harus ditangani sejak dini. Kami mendorong masyarakat tidak takut memeriksakan diri jika ada gejala,” tegas Kepala Puskesmas Pamolokan, drg. Novia Sri Wahyuni, Kamis (7/5/2026).

Strategi Tanpa Antre: Efisiensi Pelayanan Desa
Menariknya, kegiatan yang dipimpin dr. Ima ini tidak menggunakan pola “antrean mengular” yang membosankan. Petugas menerapkan jadwal kedatangan per jam bagi warga. Dari 148 undangan yang disebar, sebanyak 131 warga hadir—sebuah angka partisipasi yang sangat tinggi untuk pemeriksaan kesehatan di tingkat desa.

Pembagian jadwal ini terbukti membuat warga nyaman. Tanpa harus membuang banyak waktu produktif, masyarakat desa mendapatkan layanan pemeriksaan sekaligus edukasi mengenai pola penularan dan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Apresiasi dari Akar Rumput
Sekretaris Desa Paberasan, Hairul Anwar, mengakui bahwa pelayanan kesehatan yang hadir langsung di balai desa sangat meringankan beban warga. Stigma TBC yang selama ini menakutkan perlahan terkikis melalui edukasi langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Warga sangat terbantu karena akses kesehatan menjadi sangat dekat. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan untuk menjaga ketahanan kesehatan masyarakat desa kami,” ujar Hairul Anwar. Keberhasilan skrining ini membuktikan bahwa ketika pelayanan kesehatan “turun gunung” ke desa, antusiasme dan kesadaran masyarakat meningkat secara signifikan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Paradoks Penanganan Stunting: Militansi Organik Desa Melawan Ketimpangan Fiskal

29 Oktober 2026 - 18:00 WIB

WVI Latih 65 Ibu Muda Perkuat Kesehatan Anak Malaka

20 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Bom Waktu Kanker Serviks di Nagari Sumatera Barat

19 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Taruhan Nyawa di Antara Gempa Subuh dan Sirine Tsunami

15 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Cara Desa Wonorejo Malang Turunkan Stunting Lewat Konservasi Hutan

3 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Dari Hutan ke Meja Makan: Cara Wonorejo Mengalahkan Stunting

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo
Trending di KESEHATAN