Obi Selatan, Halsel [DESA MERDEKA] – Aroma tidak sedap terkait dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, kini menjadi sorotan tajam. Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (LSM KANe Malut) secara resmi melayangkan protes keras dan menuntut transparansi total atas pengelolaan keuangan desa tersebut.
Sekretaris LSM KANe Malut, Asbar Sandiah, dengan nada tegas mendesak Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan agar tidak berpangku tangan. Ia meminta instansi pengawas tersebut segera menerjunkan tim untuk melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Loleo.
Dugaan Kebocoran Anggaran Ratusan Juta
Langkah reaktif dari LSM KANe ini dipicu oleh keresahan masyarakat yang kian memuncak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat indikasi kuat bahwa anggaran senilai ratusan juta rupiah tidak direalisasikan sesuai peruntukannya. Bahkan, muncul spekulasi di tengah publik mengenai adanya aliran dana yang diduga “bocor” dan masuk ke kantong pribadi oknum aparat desa.
”Kami meminta Inspektorat bergerak cepat. Jangan menunggu kegaduhan ini meluas di tengah masyarakat. Audit investigatif adalah harga mati untuk mengungkap fakta di balik pengelolaan dana tersebut. Ingat, ini adalah uang rakyat yang dititipkan negara untuk pembangunan desa, bukan modal pribadi,” ujar Asbar saat memberikan keterangan pers pada Jumat (1/5/2026).
Rapuhnya Pengawasan Internal
LSM KANe menilai bahwa potensi penyimpangan ini merupakan dampak langsung dari lemahnya fungsi pengawasan selama ini. Ada kecurigaan bahwa laporan administrasi yang disodorkan di atas kertas hanyalah formalitas belaka, sementara kondisi riil di lapangan menunjukkan ketimpangan yang mencolok.
Menurut Asbar, audit investigatif adalah satu-satunya instrumen hukum yang mampu:
*Mengurai Aliran Dana: Melacak secara mendetail ke mana saja setiap rupiah dialokasikan.
*Menguji Validitas Laporan: Membedah keabsahan dokumen pertanggungjawaban (SPJ) yang sering kali diduga dimanipulasi.
*Sinkronisasi Fisik dan Anggaran: Membandingkan kualitas serta volume pekerjaan fisik di lapangan dengan besarnya anggaran yang telah dicairkan.
Peringatan Keras bagi Inspektorat
Lebih lanjut, LSM KANe memberikan peringatan keras agar proses audit nantinya dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun. Mereka menegaskan tidak akan menoleransi adanya upaya “main mata” antara pihak pengawas dengan oknum yang bermasalah.
”Jika dalam audit nanti ditemukan bukti otentik mengenai unsur tindak pidana korupsi atau kerugian negara, maka tidak ada ruang untuk kompromi. Siapa pun yang terlibat, baik itu kepala desa maupun perangkatnya, harus segera diseret ke ranah hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Asbar dengan nada geram.
Bola Panas di Tangan Inspektorat
Kini, bola panas berada sepenuhnya di tangan Inspektorat Halmahera Selatan. Publik, khususnya warga Desa Loleo, menanti keberanian lembaga ini dalam menegakkan keadilan. Apakah Inspektorat memiliki nyali untuk membongkar dugaan “perampokan” ini hingga ke akarnya, atau justru memilih bungkam dan membiarkan uang rakyat terus mengalir ke tempat yang salah?
Masyarakat menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji-janji normatif di atas meja kerja.(*)
Disclaimer:
Berita ini disusun berdasarkan pernyataan sikap dari LSM KANe Maluku Utara. Redaksi memberikan ruang bagi pihak Pemerintah Desa Loleo maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.