Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kunjungan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, ke Sumatera Barat pada Selasa (28/4/2026) bukan sekadar seremoni pasang deta dan kalung batik. Di balik penyambutan hangat Gubernur Mahyeldi Ansharullah di Bandara Internasional Minangkabau, terselip agenda besar: peresmian Gedung Kuliah Terpadu UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang menjadi sinyal kuat modernisasi pendidikan bagi masyarakat di wilayah penyangga dan pelosok.
Kehadiran infrastruktur pendidikan mewah di Batusangkar ini menantang dominasi kampus-kampus kota besar. Bagi pemuda desa di Tanah Datar dan sekitarnya, gedung baru ini adalah fasilitas konkret untuk memutus rantai keterbatasan akses pendidikan tinggi yang selama ini menghantui masyarakat pedesaan.
Integritas ASN: Ujung Tombak Pelayanan Desa
Selain meresmikan gedung, Menteri Agama fokus pada pembinaan integritas ASN. Hal ini krusial karena ASN di bidang keagamaan merupakan sosok yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat desa. Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa momentum ini menjadi dorongan daerah untuk memperkuat kualitas sumber daya aparatur yang berintegritas dan profesional.
Pelayanan publik yang bersih dari korupsi dimulai dari pembinaan di lingkungan pendidikan. Arahan menteri kepada civitas akademika dan ASN diharapkan mampu menciptakan standar pelayanan yang lebih manusiawi dan solutif bagi masyarakat kecil yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan provinsi.
Sinergi Pusat-Daerah Dorong Vokasi Islam
Momentum ini juga mempererat hubungan pusat dan daerah dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih kompetitif. Turut hadir dalam penyambutan, pejabat teras Sumbar mulai dari Asisten I Ahmad Zakri hingga jajaran Dinas Pendidikan. Sinergi ini diperlukan agar lulusan kampus di daerah tidak sekadar menjadi penonton, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif dan sosial di desa masing-masing.
Melalui kuliah umum dan arahannya, Nasaruddin Umar menitipkan pesan bahwa profesionalisme adalah harga mati. Bagi Sumatera Barat, peresmian fasilitas ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak intelektual muda yang tetap berakar pada nilai budaya Minangkabau namun memiliki daya saing global.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.