Pasaman Barat, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Strategi pembangunan desa kini tidak lagi hanya bertumpu pada proyek fisik, melainkan pada penguatan “unit sensor” terkecil di tingkat rumah tangga. Melalui Lomba Dasawisma Berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026, Tim Penggerak PKK Sumbar melakukan verifikasi lapangan ke Nagari Air Haji, Kecamatan Sungai Aur, Kamis (23/4/2026). Dasawisma diposisikan sebagai teknologi sosial paling efektif untuk memetakan kebutuhan warga secara real-time.
Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumbar, Dianita Maulin Vasko, menegaskan bahwa dasawisma adalah pelaksana langsung program pemberdayaan keluarga. Kelompok ini berfungsi sebagai ujung tombak yang menangani pendataan keluarga, kesehatan, hingga ketahanan pangan di akar rumput.
Integrasi Data dan Inovasi Akar Rumput
Di Pasaman Barat, sistem dasawisma telah berkembang menjadi basis data raksasa. Ketua TP PKK Pasaman Barat, Sifrowati Yulianto, mengungkapkan terdapat 5.970 kelompok dasawisma yang tersebar di 90 nagari. Data yang dikumpulkan oleh kader mencakup kondisi kesehatan hingga profil keluarga, yang menjadi rujukan krusial bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan yang akurat.
Dasawisma Bougenville 14 dari Nagari Ranah Air Haji menjadi model verifikasi kali ini. Kesiapan kader dalam menyajikan data dan mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK menunjukkan bahwa nagari tersebut telah mengadopsi sistem pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas
Pembangunan nagari memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Asisten III Setdakab Pasaman Barat, Harlina Syahputri, menyebut dasawisma sebagai garda terdepan dalam mewujudkan visi daerah yang maju dan sejahtera. Tidak hanya sekadar ajang lomba, kegiatan ini adalah sarana evaluasi efektivitas program pemberdayaan di lapangan.
Melalui penguatan asupan data dan sinergi anggaran antara PKK dan Pemerintah Nagari, diharapkan muncul inovasi gotong royong yang dapat direplikasi. Penguatan fungsi dasawisma ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional guna mewujudkan masyarakat yang berdaya saing menuju target Indonesia Emas 2045.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.