Sungai Limau, Padang Pariaman [DESA MERDEKA] Setelah sekian lama “tertidur”, semangat baru meledak di Masjid Islamic Center IKAPS Pilubang, Minggu (19/04/2026). Sebanyak 1.500 jamaah menjadi saksi bangkitnya pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sungai Limau periode 2026–2031. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kembalinya motor penggerak spiritual dan ekonomi bagi warga desa.
Ketua BKMT Padang Pariaman, Endarmy, secara resmi melantik Dr. Marfiyanti sebagai nakhoda baru. Dengan nada haru bercampur bangga, Endarmy mengapresiasi kebangkitan organisasi ini. “Saya salut kepada BKMT Sungai Limau yang sudah bangun dari tidurnya,” ujarnya di hadapan jamaah yang memadati masjid.

Inspirasi dari Masjid untuk Kantong Warga
Kemeriahan tidak hanya terasa di dalam rumah ibadah. Di halaman masjid, denyut nadi ekonomi desa berdenyut kencang. Para pelaku UMKM lokal berjejer menjajakan kuliner dan produk fesyen, membuktikan bahwa gerakan majelis taklim mampu menggerakkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kehadiran motivator internasional, Prof. Willy, menambah daya magis acara ini. Melalui Yayasan Anak Muda Anti Nganggur, ia menitipkan pesan yang menyentuh realitas hidup warga desa: “Sehatkan badan, sehatkan akal, dan sehatkan kantong.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa iman dan kesejahteraan harus berjalan beriringan.
Menjaga Identitas, Menolak Politik Praktis
Meski semangat organisasi berkobar, Endarmy atau yang akrab disapa Bunda, mewanti-wanti satu hal penting: netralitas. Ia dengan tegas meminta pengurus baru untuk tidak menyeret BKMT ke dalam arus politik praktis demi menjaga marwah organisasi sebagai pemersatu umat di tingkat akar rumput.
Ke depan, BKMT Sungai Limau sudah dinanti berbagai agenda besar, termasuk ‘BKMT Festival’ yang akan mempertandingkan MTQ hingga rebana. Dengan struktur pengurus inti yang kini dipimpin Dr. Marfiyanti (Ketua), Mahdalena (Sekretaris), dan Zurniati (Bendahara), harapan besar kini disampirkan pada pundak mereka untuk membawa perubahan nyata bagi kecamatan selama lima tahun ke depan.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.