Taliabu, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Jauhnya akses medis di wilayah kepulauan tidak menyurutkan semangat kemanusiaan di Kabupaten Pulau Taliabu. Aprelia Leuobi, seorang ibu hamil asal Desa Samuya yang didiagnosis mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), harus dilarikan ke Bobong untuk mendapatkan perawatan intensif. Langkah darurat ini menjadi krusial karena kondisi KEK mengancam keselamatan ibu dan janin jika tidak ditangani dengan fasilitas yang memadai.
Menariknya, perjuangan Aprelia tidak dilalui sendirian. Ketua PKK Desa Samuya, Celsiyanti I Lasaso, memilih turun langsung mendampingi pasien menyeberangi lautan menuju ibu kota kabupaten. Aksi ini memecahkan kekakuan birokrasi organisasi, mengubah peran administratif menjadi pendampingan moral dan fisik yang nyata di lapangan.
Lebih dari Sekadar Tugas Organisasi
Bagi Celsiyanti, mendampingi ibu hamil dengan risiko kesehatan tinggi di daerah terpencil adalah tanggung jawab moral yang mutlak. Ia memastikan seluruh proses rujukan berjalan lancar, mulai dari keberangkatan hingga perawatan di RSUD Bobong.
“Saya akan tetap mendampingi pasien selama menjalani perawatan di Bobong. Harapan kami, Ibu Aprelia sehat hingga proses persalinan nanti berjalan selamat,” ujar Celsiyanti, Selasa (24/3/2026). Pendampingan ini menjadi bukti bahwa deteksi dini dan respons cepat adalah kunci utama menekan angka kematian ibu di wilayah pelosok.
Sinergi Penyelamat Nyawa di Pelosok
Keberhasilan rujukan ini juga tidak lepas dari kesigapan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu. Celsiyanti memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati dan Dinas Kesehatan yang memberikan perhatian khusus pada kasus-kasus kerentanan gizi ibu hamil di Taliabu Timur.
| Kondisi Pasien | Tindakan Darurat | Target Utama |
| Kekurangan Energi Kronis (KEK) | Rujukan Cepat ke Bobong | Keselamatan Ibu & Bayi |
| Akses Terbatas | Pendampingan Langsung Ketua PKK | Dukungan Psikologis & Logistik |
| Risiko Komplikasi | Perawatan Intensif RSUD | Pemulihan Kondisi Gizi |
Perjalanan medis Aprelia menuju Bobong adalah potret nyata bahwa di balik keterbatasan infrastruktur, dukungan lintas sektor—mulai dari kader desa hingga pemerintah daerah—menjadi harapan baru bagi setiap ibu hamil di wilayah kepulauan untuk mendapatkan hak kesehatan yang layak.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.