Subang, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Meski genderang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Subang belum resmi ditabuh, hawa kompetisi sudah mulai terasa hangat di Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan. Menariknya, sebuah nama baru mulai mencuat dari obrolan warung kopi hingga pertemuan tokoh masyarakat: Asep Maulana. Sosok yang identik dengan peci merahnya ini digadang-gadang sebagai kandidat kuat yang mampu membawa perubahan bagi masa depan desa.
Dukungan terhadap Asep bukan muncul tanpa alasan. Pria yang dikenal supel dan mudah bergaul ini dianggap sebagai figur yang mampu merangkul berbagai lapisan warga. Gelombang aspirasi dari para tokoh masyarakat yang terus mendatangi kediamannya menjadi pemicu utama sang “Peci Merah” akhirnya memantapkan niat untuk maju dalam kontestasi politik tingkat desa tersebut.
Jawaban Singkat di Balik Restu Rakyat
Saat dikonfirmasi mengenai derasnya dukungan tersebut, Asep Maulana memberikan jawaban yang rendah hati namun penuh kepastian. “Insyaallah, minta doanya saja,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (23/3/2026). Kalimat pendek ini seolah menjadi jawaban resmi atas teka-teki yang selama ini beredar di tengah masyarakat Rancasari.
Asep mengakui bahwa keputusan untuk mencalonkan diri bukanlah ambisi pribadi semata, melainkan amanah yang dititipkan oleh warga. Ia merasa tergerak setelah mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat yang menginginkan pembenahan di berbagai sektor pembangunan desa.
Membangun Desa Lewat Jalur Amanah
Bagi warga Rancasari, sosok Asep Maulana dianggap sebagai jembatan informasi dan harapan baru. Karakteristiknya yang tidak berjarak dengan rakyat menjadi modal kuat dalam membangun tata kelola desa yang lebih transparan dan partisipatif.
“Jika nanti dipercaya, tentu ini adalah amanah yang harus dijalankan demi kebaikan warga dan kemajuan desa kita bersama,” tambah Asep. Dengan menguatnya dukungan ini, Pilkades Rancasari diprediksi akan menjadi salah satu pusat perhatian di Subang, di mana figur yang merakyat mulai menantang kemapanan politik lama lewat pendekatan yang lebih humanis.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.