Dharmasraya, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kepercayaan publik terhadap pemulihan ekonomi Sumatera Barat kini mendapat suntikan energi baru. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, resmi menyatukan barisan dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk memastikan program pembangunan 2026 tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Sinergi ini menjadi krusial setelah ekonomi daerah sempat melambat di angka 1,7 persen pada akhir 2025 akibat hantaman bencana alam.
Dalam rapat koordinasi di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Rabu (18/3/2026), Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa harmonisasi anggaran dan kebijakan adalah jalan satu-satunya agar dampak pembangunan terasa nyata di kantong masyarakat.
Momentum Lebaran: Mesin Penggerak Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Sumbar menaruh kepercayaan besar pada momentum Idulfitri 1447 H sebagai titik balik. Tingginya mobilitas pemudik, dukungan program mudik gratis, dan kerinduan perantau pascabencana diyakini akan memicu perputaran uang dalam skala masif di ranah Minang.
“Pergerakan kendaraan yang tinggi adalah sinyal aktivitas ekonomi mulai tumbuh. Ini peluang yang harus kita tangkap bersama untuk memulihkan daya beli masyarakat,” ujar Mahyeldi optimistis.

Infrastruktur dan Keuntungan Kontraktor Lokal
Salah satu strategi “out of the box” yang ditekankan adalah kewajiban penggunaan material lokal dan pelibatan kontraktor daerah dalam proyek infrastruktur, termasuk jalan tol. Langkah ini diambil agar aliran dana pembangunan tidak kembali ke pusat, melainkan mengendap dan berputar di Sumatera Barat.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyambut baik sinkronisasi ini. Ia menitikberatkan pada penguatan sektor riil yang menyentuh rakyat kecil. “Kami fokus pada hilirisasi pertanian, penguatan koperasi, dan UMKM. Dukungan provinsi sangat penting agar program ini tepat sasaran,” ungkap Annisa.
Dharmasraya Sebagai Pusat Hilirisasi Pertanian
Dharmasraya diproyeksikan menjadi motor penggerak baru melalui penguatan hilirisasi industri pertanian. Dengan konektivitas jalan tol yang semakin progresif, akses distribusi hasil bumi akan lebih cepat dan murah. Sinergi ini membangun kepercayaan bahwa tahun 2026 adalah tahun rehabilitasi, rekonstruksi, sekaligus ekspansi ekonomi bagi seluruh warga Dharmasraya dan Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.