Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Senin dini hari (16/3/2026) menjadi titik balik bagi keluarga Gasman (54). Di tengah sunyinya Kelurahan Jalan Kereta Api, penjual es tebu keliling ini dikejutkan oleh tamu tak biasa yang datang saat sahur. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengetuk pintu kayu rumahnya yang sudah rapuh, membawa bantuan bedah rumah senilai Rp25 juta sekaligus santap sahur bersama di atas lantai sederhana.
Gasman, yang sehari-hari mencari nafkah hingga ke Provinsi Riau demi menghidupi enam anaknya, tak kuasa menahan air mata. Rumah yang berdiri di atas tanah hibah suku tersebut memang telah lama kehilangan kekokohannya. Kedatangan pemimpin daerah ini pun mendadak membuat lingkungan sekitar ramai oleh warga yang tak menyangka rumah sederhana di sudut Pariaman itu menjadi sasaran bantuan langsung.

Investasi Masa Depan untuk Calon Jenderal
Bantuan yang diserahkan tidak hanya bersumber dari Baznas Sumbar, tetapi juga didukung oleh Bank Nagari sebesar Rp2,5 juta tunai, serta tambahan paket Ramadan dari anggota DPRD dan kepala dinas terkait. Bagi Mahyeldi, bantuan ini bukan sekadar urusan semen dan bata, melainkan investasi bagi mimpi besar anak-anak Gasman.
“Anak-anak beliau bercita-cita ingin menjadi TNI dan Polri. Rumah yang layak dan sehat adalah fondasi agar mereka nyaman belajar dan tumbuh kuat demi meraih impian tersebut,” ungkap Mahyeldi di sela-sela perbincangan hangat dengan keluarga tersebut.
Safari Ramadan yang Tak Sekadar Seremonial
Langkah taktis ini membuktikan bahwa Safari Ramadan pemerintah provinsi tidak melulu soal ceramah di mimbar masjid. Aksi nyata di meja sahur warga kelas bawah seperti Gasman menunjukkan keberpihakan pada masyarakat yang terhimpit ekonomi.
Lurah setempat, Irfan, mengonfirmasi bahwa keluarga Gasman memang sangat layak diprioritaskan. Kondisi rumah yang kian lapuk berisiko bagi keselamatan keluarga besar tersebut. Melalui skema kolaborasi antara Baznas dan Bank Nagari, proses renovasi ditargetkan segera berjalan agar keluarga sang penjual es tebu bisa berlebaran di hunian yang lebih manusiawi.
Usai membedah rumah di Pariaman Tengah, Gubernur melanjutkan perjalanannya untuk menunaikan salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Hidayah, Pariaman Utara. Di sana, bantuan sebesar Rp25 juta kembali disalurkan untuk memakmurkan rumah ibadah tersebut, menutup rangkaian pagi yang penuh haru di Kota Pariaman.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.