Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] – Di tengah masa pemulihan pasca-bencana, asupan nutrisi sering kali menjadi tantangan krusial bagi warga terdampak. Menjawab kebutuhan mendesak ini, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Samudra (Unsam) terjun langsung ke Desa Matang Cincin, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, untuk menyalurkan bantuan makanan cepat saji yang dirancang khusus dengan kandungan gizi tinggi.
Langkah ini bukan sekadar bantuan logistik biasa, melainkan implementasi program tanggap bencana tahun 2026. Fokus utamanya adalah memastikan ketahanan fisik warga tetap terjaga melalui konsumsi makanan praktis namun tetap sehat di tengah keterbatasan sarana memasak pasca-darurat.
Lebih dari Sekadar Menara Gading
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Siti Komariyah, M.Si., menegaskan bahwa peran perguruan tinggi harus melampaui ruang kelas dan laboratorium. Bersama anggota tim lintas disiplin—Fiddini Alham, Thursina Mahyuddin, Faoeza Hafiz Saragih, dan Sepriato—akademisi ini bertransformasi menjadi relawan lapangan.
“Kehadiran kami adalah tanggung jawab sosial. Kami ingin memastikan warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi menerima sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan mereka dalam jangka panjang selama masa pemulihan,” jelas Siti. Sinergi dengan perangkat desa memastikan bantuan tersalurkan secara presisi kepada mereka yang paling membutuhkan.
Pemulihan Total dan Ketahanan Lokal
Selain makanan bergizi, tim juga menyerahkan perlengkapan pendukung untuk mempercepat aktivitas harian warga. Bantuan ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Matang Cincin sebagai suntikan semangat untuk bangkit kembali.
Program ini diharapkan menjadi cetak biru kolaborasi antara akademisi dan desa dalam memperkuat ketahanan bencana di masa depan. Fokus pada aspek nutrisi menjadi sudut pandang penting, mengingat kesehatan fisik adalah modal utama bagi penyintas untuk menata ulang kehidupan mereka.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.