Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Di balik dinding bambu yang mulai lapuk dan lantai beralaskan susunan bilah bambu yang rapuh, sebuah keajaiban tumbuh subur. Rumah di Banto, Nagari Paninjauan, Kabupaten Tanah Datar ini bukan sekadar bangunan tua yang tak layak huni, melainkan “madrasah” bagi tiga orang anak penghafal Al-Qur’an (hafiz).
Kondisi memprihatinkan kediaman Erizal Was, seorang buruh tani setempat, menggerakkan hati Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, untuk turun langsung pada Minggu (15/3/2026). Penyerahan bantuan bedah rumah ini menjadi pembuka rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Tanah Datar.
Prestasi di Tengah Keterbatasan
Erizal Was telah menempati rumah tersebut selama 15 tahun bersama istrinya, Nurteti, dan ketiga buah hati mereka. Meski hidup dalam himpitan ekonomi dengan penghasilan buruh tani yang tidak menentu, semangat keluarga ini tidak pernah surut. Ketiga anak mereka membuktikan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk mengukir prestasi dan menjaga kalam ilahi.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman. Rumah yang layak adalah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi,” tegas Vasko saat meninjau langsung kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni tersebut.
Kolaborasi Pemerintah dan Baznas
Sebagai solusi nyata, bantuan senilai Rp25 juta disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumbar untuk proses bedah rumah. Tidak hanya dana tunai, dukungan tambahan berupa 50 sak semen dan paket sembako juga diserahkan guna mempercepat renovasi hunian impian keluarga Erizal.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas perhatian ini. Semoga bantuan ini menjadi awal kehidupan yang lebih layak bagi anak-anak kami,” ungkap Erizal Was penuh haru.
Langkah ini menegaskan bahwa intervensi pemerintah bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk apresiasi terhadap keluarga-keluarga tangguh yang tetap memprioritaskan pendidikan agama dan karakter di tengah kemiskinan ekstrem.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.