Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 15 Agu 2023 20:08 WIB ·

Audit Itjen Kemendes di Bantaeng: Skor Akuntabilitas Terganjal Anggaran


					Audit Itjen Kemendes di Bantaeng: Skor Akuntabilitas Terganjal Anggaran Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Desa PDTT baru saja melakukan kunjungan mendadak ke Kabupaten Bantaeng untuk memotret realitas di balik program Scorecard Akuntabilitas Sosial. Audit kinerja yang berpusat di Aula Kantor Desa Parangloe ini menyasar empat desa, yakni Bonto-Bontoa, Parangloe, Bonto Bulaeng, dan Bonto Majannang.

Alih-alih sekadar formalitas, audit ini mengungkap tantangan klasik dalam birokrasi desa: ketidaksinkronan waktu pelaksanaan program pusat dengan siklus penganggaran lokal. Itjen berupaya menagih realisasi Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) dari uji coba yang dilakukan pada September 2022 lalu.

Benturan Program dan Siklus APBDesa

Sriwahyuni, Analis Kebijakan Ahli Madya Kemendes PDTT, mempertanyakan sejauh mana perubahan yang terjadi pada empat indikator utama: Adminduk, sanitasi, PAUD, dan Posyandu. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa aspirasi yang tertuang dalam scorecard tidak serta-merta bisa dieksekusi secara instan.

“Belum ada indikator yang dapat direalisasikan sepenuhnya. Uji coba dilakukan pada September 2022, sementara saat itu penyusunan APBDesa Tahun Anggaran 2023 sudah berjalan,” ungkap Risnawati, kader Posyandu yang mewakili suara masyarakat desa.

Realita ini menunjukkan bahwa inovasi akuntabilitas sering kali terhambat oleh kaku paku kalender anggaran. Meski beberapa program menunjukkan kemiripan dengan hasil scorecard, hal tersebut lebih banyak muncul dari usulan mandiri tenaga kesehatan dan guru PAUD dalam Musdes, bukan murni dari sistem scorecard itu sendiri.

Harapan pada Kolaborasi P3PD

Meski sempat tertunda, optimisme muncul kembali tahun ini. Pemerintah desa bersama LSM (NGO) melalui Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) mulai mengintegrasikan hasil uji coba scorecard ke dalam sistem perencanaan desa yang baru.

Selain memeriksa substansi program, tim Itjen juga melakukan kroscek transparansi anggaran pelaksanaan kegiatan, mulai dari uang saku hingga fasilitas seminar bagi peserta. Audit ini ditutup dengan diskusi mendalam bersama aparat desa, BPD, hingga Tenaga Pendamping Profesional (PLD) untuk memastikan bahwa pelayanan publik di Bantaeng tidak hanya bagus di atas kertas, tapi juga nyata dirasakan masyarakat.

Kunjungan Itjen ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah pusat bahwa keberhasilan sebuah sistem akuntabilitas sangat bergantung pada ketepatan waktu asistensi dan fleksibilitas integrasi anggaran di tingkat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 163 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN