Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 5 Mar 2026 04:51 WIB ·

Satu Gampong Satu Tahfidz: Investasi Langit Baitul Mal


					Zulkasmi, Politisi Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh Perbesar

Zulkasmi, Politisi Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh

Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] – Baitul Mal Kota Banda Aceh didorong untuk melakukan revolusi pemanfaatan dana zakat melalui program inovatif “Satu Gampong Satu Tahfidz”. Inisiatif ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan proyek peradaban jangka panjang untuk mencetak minimal satu penghafal Al-Qur’an 30 juz di setiap desa (gampong) di seluruh penjuru kota.

Zulkasmi, Politisi Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, menegaskan bahwa dana pendapatan asli zakat harus menjadi mesin penggerak SDM religius. Melalui skema beasiswa penuh, anak-anak muda terpilih akan dikirim ke lembaga tahfidz terbaik, baik di tingkat lokal, nasional, hingga ke mancanegara.

Mencetak Hafiz 30 Juz dalam Lima Tahun
Target yang dipatok pun ambisius namun terukur. Dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan, setiap gampong diharapkan sudah memiliki ikon penghafal Al-Qur’an yang siap mengabdi di tengah masyarakat. “Ini adalah investasi jangka panjang. Kita ingin setiap sudut Banda Aceh memiliki penjaga moral yang berakhlak mulia,” ujar Zulkasmi.

Gagasan ini juga mencakup pembangunan sekolah tahfidz milik pemerintah kota. Keberadaan fasilitas ini dinilai mendesak agar Banda Aceh tidak hanya menjadi pusat syariat secara administratif, tetapi juga menjadi inkubator penghafal Al-Qur’an yang terstruktur sebagaimana yang telah dikembangkan di daerah maju lainnya di Indonesia.

Zakat Sebagai Penggerak Peradaban
Pemanfaatan zakat untuk program “Satu Gampong Satu Tahfidz” diyakini akan memperkuat visi Banda Aceh sebagai kota kolaborasi. Program ini tidak hanya fokus pada kualitas bacaan, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan nilai moral generasi muda.

Komisi I DPRK Banda Aceh berkomitmen penuh untuk mengawal kebijakan ini dari sisi regulasi dan penganggaran. “Ini bukan sekadar gerakan pendidikan, tapi ini adalah misi membangun peradaban. Kita ingin anak muda Banda Aceh memiliki pondasi iman yang kokoh di tengah arus globalisasi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menantang Ombak Pesisir Domas Lewat Racikan Probiotik Kampus

22 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Gadai Bawah Tangan: Benturan Transaksi Informal dengan Hukum Formal

21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Tragedi Desa Sugi: Trauma Mafia Tanah dan Apatisme Nelayan Mangrove

12 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Trending di RAGAM