Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 5 Mar 2026 08:38 WIB ·

Jihad Data Kemiskinan: Akhiri Bansos Salah Sasaran di Bekasi


					Jihad Data Kemiskinan: Akhiri Bansos Salah Sasaran di Bekasi Perbesar

Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah resmi memulai babak baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan memperkenalkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam kunjungan kerjanya di Gedung Wibawamukti, Rabu (4/3/2026), Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pemutakhiran data ini adalah sebuah “jihad” atau perjuangan bersama untuk memastikan keadilan bagi warga miskin.

Langkah ini diambil untuk menghentikan karut-marut bansos yang seringkali tidak tepat sasaran akibat data yang usang. DTSEN kini menjadi rujukan tunggal sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, menggantikan sistem lama guna menciptakan akurasi yang lebih tajam dalam penyaluran bantuan di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Bekasi.

Transformasi DTKS Menuju Sistem Terintegrasi
Mensos Saifullah Yusuf menekankan bahwa data adalah kunci utama kesejahteraan. Transformasi dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) menuju DTSEN bukan sekadar pergantian nama, melainkan perombakan sistem agar lebih terintegrasi antarlembaga. Target implementasi penuh pada 2025–2026 diharapkan mampu memangkas tingkat kesalahan sasaran yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.

“Data yang salah akan menghasilkan bansos yang salah sasaran. Ini yang sedang kita perbaiki secara fundamental,” ujar Mensos di hadapan 250 peserta yang terdiri dari camat, kepala desa, hingga operator SIKS-NG se-Kabupaten Bekasi.

Ujung Tombak: Validasi Bulanan di Tingkat Desa
DTSEN menuntut peran aktif aparat desa dan pilar sosial sebagai garda terdepan. Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menginstruksikan para operator dan pendamping desa untuk melakukan pembaruan data secara berkala dan berkelanjutan. Validasi lapangan atau ground check harus dilakukan secara rutin setiap bulan untuk memastikan penerima manfaat memang masih memenuhi kriteria.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Dandim Letkol Inf Michael Ronald dan Kapolres Kombes Pol. Sumarni ini menjadi momentum sinergi lintas sektor. Dengan keterlibatan TNI-Polri dan perangkat desa, validasi data diharapkan berjalan lebih transparan dan bebas dari praktik titipan kepentingan tertentu.

Kawal Bansos: Dari Data untuk Keadilan
Dengan sistem data tunggal ini, pemerintah daerah kini memiliki landasan hukum yang kuat dalam mengeksekusi program bantuan. Transparansi data tidak hanya memudahkan penyaluran bantuan tunai, tetapi juga program pemberdayaan ekonomi lainnya. Jika jihad data ini berhasil, Kabupaten Bekasi bisa menjadi model percontohan nasional dalam pengentasan kemiskinan berbasis data akurat.

(Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketika Regulasi Kementan Tunduk pada Kuasa Elit Gampong

23 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Sengketa Silado: Potret Luka Desa Dijajah Kapitalisme Urban

22 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Menghirup Asap, Menghitung Selisih Bantuan di Karang Mulya

13 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Retak Rumah Tangga Minang dan Tumpulnya Taji Adat

10 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Galodo Arosuka: Bantuan Perantau S3 dan Realita Ratusan Korban

6 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Darurat Kasus Kekerasan Seksual: Mengapa Jalur Damai Melanggar UU TPKS?

4 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Trending di SOSBUD