Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Wajah masa depan Sumatera Barat sedang ditempa di sebuah masjid yang baru berdiri enam tahun lalu. Masjid Jabal Nur di Jorong Koto Gadang, Kabupaten Agam, kini bukan sekadar tempat salat, melainkan “laboratorium” pencetak imam dan hafiz muda. Hal inilah yang memicu apresiasi tinggi dari Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, saat menggelar Safari Ramadan pada Selasa (24/2/2026) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Muhidi menyerahkan bantuan total senilai Rp55 juta (Pemprov Sumbar dan Bank Nagari) serta 40 mushaf Al-Qur’an untuk mendukung operasional masjid. Semangat jemaah Jabal Nur dalam melahirkan 10 hafiz juz 30 dari 80 santri dinilai selaras dengan misi besar “Sumbar Madani Berkelanjutan”.
Pendidikan Tanpa Putus: Target 100 Persen Lulusan SMP
Muhidi membawa kabar segar mengenai arah kebijakan pendidikan di Sumatera Barat. Saat ini, DPRD Sumbar tengah menggodok revisi Perda Pendidikan dengan target ambisius: Nol Anak Putus Sekolah.
“Ke depan, tidak boleh ada lagi anak di Sumatera Barat yang berhenti di bangku SMP. Semua harus lanjut ke SMA atau SMK,” tegas Muhidi. Ia menjelaskan bahwa sinkronisasi antara provinsi (pengelola SMA/SMK) dan kabupaten/kota (pengelola SD/SMP) terus diperkuat agar akses pendidikan merata hingga ke pelosok Nagari Koto Gadang.
Pembangunan Manusia di Tengah Pemulihan Bencana
Di hadapan warga, Muhidi juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan mental. Sembari menangani dampak banjir dan longsor yang melanda 16 daerah di Sumbar, pemerintah tetap memprioritaskan kualitas SDM dan sektor UMKM.
Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ditegaskan sebagai fondasi utama pembangunan. Muhidi ingin melihat generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual melalui SMA/SMK, tetapi juga berakhlak mulia melalui pembinaan di masjid.
Aspirasi warga terkait dukungan kegiatan kepemudaan pun disambut hangat. Dengan bantuan yang dikucurkan, Masjid Jabal Nur diharapkan makin produktif dalam menggerakkan potensi pemuda, baik dalam program keagamaan maupun aktivitas kreatif lainnya, demi mewujudkan kemandirian nagari yang religius.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.