Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 24 Feb 2026 10:17 WIB ·

Iktikaf di Masjid Tertua Luak, Mahyeldi Bakar Semangat Pemuda


					Iktikaf di Masjid Tertua Luak, Mahyeldi Bakar Semangat Pemuda Perbesar

Lima Puluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di bawah naungan atap Masjid Raya Balai Gadang Mungo, masjid tertua di Kecamatan Luak yang berdiri sejak 1914, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memilih menghabiskan malam dengan beriktikaf bersama warga, Senin (23/2/2026). Kehadiran orang nomor satu di Sumbar ini tidak sekadar seremoni, melainkan membawa misi khusus: menyuntikkan energi iman kepada generasi muda di nagari tersebut.

Dalam momen spiritual ini, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan senilai Rp25 juta dan 20 mushaf Al-Qur’an sebagai bentuk dukungan nyata bagi pemakmuran masjid yang dulunya dikenal sebagai Surau Gadang. Mahyeldi mengakui bahwa agenda iktikaf hingga Subuh berjamaah ini sengaja disusun untuk merespons tingginya aspirasi masyarakat yang merindukan kehadiran pemimpin di tengah-tengah ibadah mereka.

Meneladani Pemuda Al-Kahfi di Era Modern
Dalam tausiyahnya yang menyentuh, Mahyeldi mengutip kisah inspiratif pemuda beriman dalam Surah Al-Kahfi. Ia menegaskan bahwa tantangan moral dan mental generasi masa depan hanya bisa dijawab jika masjid menjadi pusat pembinaan karakter.

“Anak muda adalah harapan keberlanjutan daerah. Pemimpin masa depan wajib memakmurkan masjid dan dekat dengan Al-Qur’an. Kita harus melindungi dan membimbing mereka agar tidak terjerumus pada kerusakan moral,” tegas Mahyeldi di hadapan para pemuda dan tokoh masyarakat.

Tradisi 10 Hari Terakhir yang Tetap Abadi
Ketua Pengurus Masjid, Khairul, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Gubernur di masjid yang telah berusia lebih dari satu abad tersebut. Menariknya, Masjid Raya Balai Gadang Mungo memiliki tradisi unik yang masih terjaga hingga kini: iktikaf rutin 10 hari terakhir Ramadan khusus bagi para pemuda.

Sekitar 25 pemuda setempat aktif menginap di masjid untuk beribadah, dengan biaya operasional yang sepenuhnya ditanggung secara swadaya oleh dana umat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa semangat spiritualitas di Kecamatan Luak tidak pernah padam oleh zaman. Melalui kunjungan Gubernur, pengurus berharap regenerasi pengurus masjid semakin kuat, menjadikan rumah ibadah ini sebagai jantung pembinaan umat yang modern tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung Sport Tourism, BOM Run 2026 Dongkrak Sektor UMKM Padang

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

Trending di RAGAM