Sijunjung, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ada kado spesial bagi warga Sijunjung pada peringatan Hari Jadi ke-77 kabupaten tersebut. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi meluncurkan Samsat Drive Thru Langsek Manih di Kompleks Kantor DPRD Sijunjung, Selasa (18/2/2026). Fasilitas ini mencatatkan sejarah sebagai layanan pajak tanpa turun (drive thru) pertama di tingkat kabupaten se-Sumatera Barat.
Inovasi ini mengubah wajah birokrasi yang identik dengan antrean panjang menjadi proses kilat yang efisien. Wajib pajak kini dapat menuntaskan kewajiban pajak kendaraan bermotor mereka hanya dalam waktu kurang dari lima menit tanpa perlu meninggalkan kendaraan.
Strategi Cerdas di Jalur Lintas Sumatera
Pemilihan lokasi di tepi Jalan Lintas Sumatera dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaring kepatuhan warga. Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kolaborasi Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung yang jeli menyediakan lahan di titik nadi transportasi tersebut. Sinergi ini dianggap sebagai cara paling masuk akal untuk mendekatkan negara ke kantong-kantong aktivitas masyarakat.
“Masyarakat dimudahkan dalam memperoleh layanan, itu yang paling penting,” tegas Mahyeldi saat memotong pita peresmian didampingi jajaran pimpinan daerah.
Cukup KTP dan STNK, Urusan Tuntas
Untuk menikmati kecepatan layanan ini, syarat yang diminta sangat sederhana namun tetap mengedepankan akurasi administrasi. Wajib pajak cukup membawa STNK asli dan KTP asli dengan nama yang identik. Kesesuaian identitas ini menjadi kunci agar proses verifikasi berjalan instan dan tertib hukum.
Kehadiran Samsat Drive Thru Langsek Manih bukan sekadar fasilitas baru, melainkan simbol modernisasi pelayanan publik di daerah. Dengan waktu pengerjaan di bawah lima menit, alasan “sibuk” atau “malas antre” kini tak lagi relevan bagi para pemilik kendaraan.
Efek Domino pada Pendapatan Daerah
Selain memanjakan warga, pemerintah optimistis fasilitas ini akan mendongkrak realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dengan proses yang semudah memesan makanan cepat saji, tingkat kepatuhan warga diprediksi akan naik signifikan, yang pada akhirnya memperkuat pundi-pundi pendapatan daerah baik bagi Kabupaten Sijunjung maupun Provinsi Sumbar.
Inovasi Langsek Manih ini kini menjadi standar baru yang diharapkan mampu memicu kabupaten lain di Sumatera Barat untuk menghadirkan teknologi serupa demi pelayanan rakyat yang lebih manusiawi.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.