Jakarta [DESA MERDEKA] – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) secara radikal membuka pintu bagi sektor swasta untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa. Melalui skema kolaborasi lintas sektor, pemerintah menargetkan lonjakan jumlah desa mandiri dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai mesin penggerak ekonomi baru di tingkat akar rumput.
Sekjen Kemendes PDT, Taufik Madjid, menegaskan bahwa membangun desa tidak bisa lagi hanya mengandalkan anggaran negara. Dalam forum CSR Leaders Summit 2026 di Jakarta, ia menantang para pemimpin perusahaan, akademisi, dan kelompok masyarakat untuk menyusun peta jalan pembangunan yang lebih produktif dan kompetitif.
“Target kita adalah menghadirkan desa-desa mandiri yang semakin banyak. Kami menunggu rekomendasi dari forum ini sebagai dasar penyusunan peta jalan pembangunan desa yang kolaboratif,” ujar Taufik Madjid di Operational Room Kemendes PDT, Jakarta.

Desa Sebagai Subjek, Bukan Sekadar Objek
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, desa diposisikan sebagai subjek pembangunan. Namun, Kemendes PDT menyadari bahwa transformasi menuju status “Mandiri” membutuhkan sentuhan profesionalisme dunia usaha. Sinergi ini dirancang untuk mendukung penuh Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa demi pemerataan ekonomi.
Forum ini bukan sekadar ajang diskusi, melainkan ruang bagi mitra CSR untuk memberikan kontribusi nyata sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah berharap kemitraan ini bersifat berkelanjutan, sehingga desa tidak terus-menerus bergantung pada intervensi birokrasi.
Lokakarya Strategis dan Solusi Digital
Untuk memastikan rencana ini terukur, lokakarya nasional dalam rangkaian acara tersebut membahas tiga topik krusial:
- Kedaulatan Pangan: Arah pembangunan pangan nasional yang berpusat di desa.
- Harmonisasi CSR: Kebijakan pelaksanaan CSR yang selaras dengan kebutuhan daerah tertinggal.
- Teknologi Perencanaan: Penggunaan aplikasi khusus dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk perencanaan dan evaluasi desa mandiri di wilayah pesisir.
Dengan keterlibatan civitas akademika dan inovasi teknologi, Kemendes PDT optimistis peta jalan yang dihasilkan akan lebih presisi dalam mengentaskan ketertinggalan di berbagai pelosok Indonesia.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.