Wonogiri, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Wonogiri mulai mengambil langkah radikal untuk menghadapi kebijakan pusat terkait penghentian pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru pada tahun 2030. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri secara progresif mendorong terciptanya “Desa Mandiri Sampah” agar krisis lahan pembuangan tidak menjadi bom waktu di masa depan.
Dalam sosialisasi di Pendopo Kecamatan Tirtomoyo, Rabu (11/2/2026), Kepala DLH Wonogiri, Bahari, menegaskan bahwa pola pikir “buang sampah pada tempatnya” sudah tidak lagi relevan. Paradigma tersebut harus bergeser menjadi “selesaikan sampah di sumbernya”. Hal ini mendesak dilakukan karena kapasitas TPA saat ini kian mendekati titik jenuh.
“Kapasitas TPA menurun dan tahun 2030 pembangunan TPA baru akan dihentikan. Kita harus mencegah degradasi lingkungan dengan mengelola limbah domestik secara mandiri sejak dari level rumah tangga,” tegas Bahari.

Sampah Sebagai Aset, Bukan Beban
Sudut pandang menarik muncul dalam kegiatan ini, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah kotor, melainkan aset ekonomi yang belum tergarap. Riyanto, praktisi Bank Sampah Desa Kradegan, memaparkan strategi teknis pemilahan sampah yang mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi warga.
Kisah sukses dari Bulukerto ini menjadi bukti bahwa jika dikelola dengan sistem bank sampah yang baik, volume sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang drastis sekaligus meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
Tirtomoyo Sebagai Pelopor Ekologis
Camat Tirtomoyo, Suyatno, menyambut tantangan ini dengan optimisme tinggi. Ia berharap seluruh lapisan masyarakat Tirtomoyo mulai bergerak bersama membentuk unit-unit pengelola sampah mandiri di tingkat desa.
“Tujuannya bukan sekadar lingkungan bersih, tapi juga menurunkan risiko penyakit dan mendukung daya saing pariwisata daerah. Tirtomoyo harus siap menjadi pelopor kemandirian ekologis di Wonogiri,” ujar Suyatno.
Antusiasme warga terlihat dalam sesi diskusi yang mulai merancang pembentukan bank sampah di masing-masing wilayah. Langkah ini diharapkan mampu mengubah wajah Wonogiri menjadi kabupaten yang sehat, bersih, dan berdaulat secara lingkungan sebelum tenggat waktu tahun 2030 tiba.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.