Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

NGOBROL DESA · 10 Feb 2026 10:09 WIB ·

Cara Ciamis Hidupkan “Website Mati” Lewat Jurnalistik Desa


					Untung Bahtiar Setiawan, PIC Media Sosial dan Informasi Desa TPP Ciamis, dengan latar belakang tangkapan layar tppciamis.my.id dan alam ciamis Perbesar

Untung Bahtiar Setiawan, PIC Media Sosial dan Informasi Desa TPP Ciamis, dengan latar belakang tangkapan layar tppciamis.my.id dan alam ciamis

Ciamis, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Memiliki website desa ternyata bukan jaminan informasi publik berjalan lancar. Di Kabupaten Ciamis, meski 95 persen desa sudah memiliki domain resmi desa.id, mayoritas justru “mati suri” setelah sekali unggah. Menjawab tantangan ini, Untung Bahtiar Setiawan, PIC Media Sosial dan Informasi Desa TPP Ciamis, meluncurkan strategi “Jurnalistik Instan” untuk menghidupkan kembali ruh digital di tingkat akar rumput.

Masalah utama kegagalan website desa selama ini bukan pada ketiadaan anggaran, melainkan pada rendahnya kapasitas pengelolaan konten. Untung mengungkapkan bahwa dari ratusan tenaga pendamping, awalnya hanya dua orang yang rajin menulis. Namun, digitalisasi media komunikasi kini mengubah peta permainan.

Strategi Google Form: Menulis Berita Tanpa Teori
Untung membedah pola sukses yang ia terapkan melalui portal tppciamis.my.id, dalam perbincangan pagi di program Ngobrol Desa episode 215, yang membahas TPP dan Jurnalistik Desa. Alih-alih memaksa perangkat desa belajar teori jurnalistik yang rumit, ia menyediakan “jalur tol” melalui Google Form standar.

“Cukup isi judul, tempat, tema acara, narasumber, dan unggah foto. Data itu kami olah secara profesional menjadi berita yang tervalidasi,” jelas Untung. Hasil olahan ini kemudian diunggah di dua tempat: website TPP Ciamis dan website desa masing-masing. Pola kolaborasi ini terbukti efektif membuat perangkat desa lebih produktif karena hasil kerja mereka dipublikasikan secara terhormat.

Tangkapan Layar Ngobrol Desa Episode 215, yang membahas TPP dan Jurnalistik Desa, Selasa (1022026)

Efek Domino: Dari Website ke Cuan
Keberhasilan digitalisasi ini bukan sekadar gaya-gayaan. Desa-desa yang aktif seperti Desa Jalatrang dan Desa Handapherang mulai merasakan dampak ekonomi nyata. Dengan menampilkan inovasi desa dan produk UMKM di website, kunjungan studi banding dari luar daerah—mulai dari Jawa Timur hingga Aceh—terus berdatangan.

“Website adalah rumahnya, dan jurnalistik adalah makanannya. Tanpa aktivitas jurnalistik, rumah itu akan sepi dan tidak ada orang yang berkunjung,” tambah Untung.

Promosi Produk Lokal Secara Global
Di Ciamis, website desa kini bertransformasi menjadi pasar digital. Inovasi seperti produk Batik Jalatrang yang awalnya vakum, kini kembali hidup dan dipatenkan berkat promosi digital yang konsisten. Website juga menyediakan kanal khusus untuk jasa lokal seperti laundry online hingga produk unggulan lainnya, lengkap dengan kontak langsung pelaku usahanya.

Melalui langkah ini, tenaga pendamping desa tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai agen pemasaran yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui kanal informasi yang transparan dan akuntabel.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Jurnalis

Satu tanggapan untuk “Cara Ciamis Hidupkan “Website Mati” Lewat Jurnalistik Desa”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hanya 0,15 Persen Korupsi, Netizen Desa Tantang Bukti Presiden

16 Februari 2026 - 09:14 WIB

Dana Desa Dipangkas Rp75 Juta: Beban Berat Koperasi Pusat

16 Februari 2026 - 08:58 WIB

Aksi “Buzzer” Desa: Lawan Stigma dengan Banjir Bukti Medsos

16 Februari 2026 - 08:47 WIB

Statistik Membuktikan Dana Desa Efektif: Bantahan untuk Presiden

16 Februari 2026 - 08:06 WIB

Transparansi Radikal Desa: 95 Persen Baliho Anggaran Jadi Bukti

16 Februari 2026 - 07:39 WIB

Hanya 0,15 Persen Korupsi: Data Patahkan Stigma Negatif Desa

16 Februari 2026 - 07:28 WIB

Trending di NGOBROL DESA