Tasikmalaya, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Melalui program Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa), Pemkab menjamin biaya kuliah penuh bagi putra-putri daerah yang berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai Maret 2026 mendatang.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Yakin, menegaskan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis. Para mahasiswa akan dibiayai penuh selama delapan semester dengan satu syarat mutlak: wajib pulang dan mengabdi untuk memajukan desa asal mereka setelah lulus.
“Tahun ini kami canangkan untuk 351 mahasiswa, sesuai jumlah desa di Kabupaten Tasikmalaya. Jika APBD mencukupi di masa depan, kuota tiap desa akan kami tambah,” ujar Cecep, Minggu (8/2/2026).
Mekanisme dan Syarat Pengabdian
Program ini menyasar calon mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi untuk membangun daerahnya. Peserta yang telah dinyatakan lulus tes masuk PTN dapat langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk diteruskan ke Pemkab Tasikmalaya.
Sudut pandang menarik dari program ini adalah konsep “kontrak pengabdian”. Sarjana hasil program Sadesa diproyeksikan menjadi tenaga ahli di desa masing-masing, membantu tata kelola pemerintahan desa, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal secara profesional.
Aspirasi Warga: Langkah Awal Menuju Percepatan Pembangunan
Respons positif mengalir dari warga, salah satunya Sri, warga Kecamatan Cisayong. Ia menilai keberadaan sarjana di tiap desa akan mempercepat akselerasi pembangunan Kabupaten Tasikmalaya. Namun, ia juga menekankan pentingnya komitmen nyata dari para penerima beasiswa agar tidak sekadar mencari gelar, tetapi benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat.
“Pembangunan daerah akan jauh lebih cepat jika setiap desa memiliki pakar atau kaum intelektual yang paham kondisi lokalnya,” kata Sri.
Dengan kehadiran 351 sarjana baru setiap angkatannya, Kabupaten Tasikmalaya sedang mempersiapkan fondasi kepemimpinan masa depan yang lahir dan besar dari akar rumput pedesaan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.