Kebumen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Banjareja di Kecamatan Kuwarasan resmi naik kelas dalam urusan ketahanan pangan. Melalui BUMDes Sri Manunggal, desa ini mulai menerapkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk budidaya ikan nila. Teknologi ini memungkinkan warga memanen ikan kualitas premium tanpa harus bergantung pada debit air yang melimpah maupun lahan yang luas.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, memberikan perhatian khusus pada proyek ini saat meninjau langsung lokasi budidaya, Minggu (8/2/2026). Ia melihat sendiri bagaimana sistem filtrasi bertingkat bekerja mengolah kembali air kolam (resirkulasi) selama 24 jam penuh untuk menjaga oksigen dan kebersihan air tetap optimal.
Solusi Lahan Sempit dengan Hasil Premium
Berbeda dengan kolam konvensional yang seringkali menghasilkan ikan berbau tanah (off-flavor), sistem RAS di Banjareja menjamin daging ikan yang bersih dan sehat. Berkat penggunaan filtrasi mekanis, biologis, hingga sinar UV, populasi ikan dapat dipadatkan secara maksimal tanpa menurunkan kualitasnya.
Direktur BUMDes Sri Manunggal, Bambang Darmono, menyebutkan bahwa investasi infrastruktur ini dirancang untuk jangka panjang. “Kolam yang kami bangun diproyeksikan bertahan 8 hingga 10 tahun. Kami tidak ingin program ini berhenti sekali jalan,” tegasnya.
Target 1 Ton dari Empat Kolam
BUMDes Sri Manunggal saat ini mengelola empat kolam besar dengan populasi sekitar 1.800 ekor bibit per kolam. Dengan manajemen hulu-hilir yang matang, mereka membidik target panen sebanyak 1 ton ikan nila dalam setiap siklus tiga bulan.
Untuk memastikan kesuksesan, pihak BUMDes telah mengamankan rantai pasok:
- Pendampingan: Bekerja sama dengan penyedia bibit untuk pengawasan harian.
- Pasar: Menjalin kemitraan dengan rekanan untuk menyerap hasil panen secara pasti.
- Standar: Menghasilkan ikan ukuran konsumsi (1 kg berisi 3–4 ekor).
Inspirasi Digitalisasi Perikanan Desa
Kepala Dinas LHKP Kebumen, Asep Nurdiana, menilai Banjareja sukses membuktikan bahwa teknologi tinggi bukan hanya milik industri besar, tapi juga bisa diterapkan di tingkat desa. Keberhasilan sistem RAS ini diharapkan menjadi cetak biru bagi desa-desa lain di Kebumen untuk mengoptimalkan sektor perikanan dengan cara modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.