Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 7 Feb 2026 17:00 WIB ·

Bukan Sekadar Tanam, Unand Mulai Tren Pohon Asuh


					Bukan Sekadar Tanam, Unand Mulai Tren Pohon Asuh Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Fenomena seremonial tanam pohon yang sering kali berakhir dengan bibit yang layu tak terurus kini coba dipatahkan dari kaki Bukit Karumuntiang. Melalui Deklarasi Bukit Karumuntiang, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan gerakan penanaman satu juta Pohon Asuh di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), Sabtu (7/2/2026).

Berbeda dengan aksi penghijauan konvensional, gerakan yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni (IKA) Faperta Unand ini memperkenalkan konsep tanggung jawab jangka panjang. Setiap peserta tidak hanya menyentuh tanah untuk menanam, tetapi juga berkomitmen menjadi “orang tua asuh” bagi bibit tersebut hingga tumbuh mandiri dan memberikan manfaat ekonomi.

“Saya minta pohon yang ditanam tidak hanya sekadar ditanam, tetapi dirawat dengan baik. Penanaman tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis semata,” tegas Mahyeldi saat memberikan arahan di Limau Manis, Padang.

Sinergi Lintas Sektor di Lahan 500 Hektare
Gubernur menilai inisiatif ini sangat krusial bagi kebijakan pembangunan Sumbar 2025–2029, terutama dalam memitigasi kawasan kritis dan melindungi daerah aliran sungai (DAS). Sinergi ini melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga komunitas lingkungan dalam satu payung komitmen.

Wakil Rektor II Unand, Dr. Hafrizal Handra, mengungkapkan bahwa Unand memiliki aset strategis berupa hampir 500 hektare lahan. Sebagian besar kawasan hutan kampus tersebut akan diproyeksikan sebagai laboratorium hijau dan percontohan penanaman pohon produktif yang dikelola secara berkelanjutan.

Inovasi Lewat “Pohon Asuh” dan AgricultuRUN
Wakil Dekan Faperta Unand, Dr. Gusmini, menjelaskan bahwa konsep Pohon Asuh adalah upaya mengikat emosi dan tanggung jawab peserta terhadap alam. Gerakan ini juga dimeriahkan dengan kegiatan AgricultuRUN, sebuah pendekatan gaya hidup sehat yang disandingkan dengan kepedulian lingkungan.

Dengan gerakan ini, Bukit Karumuntiang tidak lagi hanya menjadi batas geografis kampus, melainkan simbol perlawanan terhadap alih fungsi lahan dan pemanasan global. Melalui pengasuhan pohon produktif, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan paru-paru dunia yang lebih segar, tetapi juga ketahanan pangan di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN