Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 7 Feb 2026 17:17 WIB ·

Jalan Beton Lengkong: Karpet Merah Ekonomi dan Religi Bojonegoro


					Kondisi jalan beton yang ada di Desa Lengkong, Kecamatan Balen usai diperbaiki. (Foto: Kominfo) Perbesar

Kondisi jalan beton yang ada di Desa Lengkong, Kecamatan Balen usai diperbaiki. (Foto: Kominfo)

Bojonegoro, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Infrastruktur bukan sekadar urusan semen dan baja, melainkan tentang membuka urat nadi ekonomi yang sempat tersumbat. Desa Lengkong, Kecamatan Balen, baru saja menuntaskan transformasi besar dengan mengubah jalur utama desa yang dulunya paving rusak menjadi jalan beton kokoh sepanjang 512 meter. Proyek ini didanai melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Pemkab Bojonegoro.

Jalan baru dengan lebar 4 meter dan tebal 15 cm ini kini menjadi “jalur sutra” bagi mobilitas warga. Kepala Desa Lengkong, Ahmad Sholihin, menegaskan bahwa pembangunan ini dikerjakan secara swakelola, yang artinya anggaran negara kembali ke kantong warga desa dalam bentuk upah kerja.

Memperlancar Jalur Santri dan Jamaah
Sudut pandang menarik dari pembangunan ini adalah perannya dalam mendukung pusat pendidikan Islam. Jalan beton tersebut merupakan akses vital menuju Pondok Pesantren Tasdini. Sebelum dibeton, akses yang kurang layak sering menghambat aktivitas ribuan santri dan jamaah. Kini, wajah kumuh berganti menjadi akses yang aman dan nyaman, memperkuat marwah desa sebagai pusat kegiatan religi.

Efek Domino bagi UMKM dan Distribusi
Dampak infrastruktur ini langsung dirasakan oleh sektor riil. Bukhori, seorang distributor LPG, mengakui bahwa efisiensi waktu distribusi meningkat tajam. “Dulu akses menyulitkan kendaraan pengangkut. Sekarang, pengiriman ke desa-desa jauh lebih cepat dan aman,” ungkapnya, Sabtu (7/2/2026).

Tak hanya gas, industri kreatif seperti pengusaha sangkar burung di Lengkong juga mendapat durian runtuh. Pelanggan yang berasal dari Tuban, Lamongan, hingga Jawa Tengah kini tak lagi ragu untuk datang langsung ke lokasi produksi. Jalan yang tidak licin saat hujan memungkinkan kendaraan konsumen masuk dengan mudah, yang secara otomatis memperluas jangkauan pasar UMKM lokal.

Kemandirian Pangan dan Sinergi Pembangunan
Bagi petani, jalan rigid beton ini adalah solusi efisiensi panen. Pengangkutan hasil tani menuju pasar kini minim hambatan, mengurangi biaya angkut, dan mencegah kerusakan komoditas selama di perjalanan.

Ahmad Sholihin menambahkan, keberhasilan ini adalah buah dari transparansi pengelolaan anggaran. Dengan turun langsung memastikan mutu fisik, ia ingin membuktikan bahwa sinergi antara kebijakan Pemkab Bojonegoro dan peran aktif desa bisa menciptakan kemandirian berkelanjutan. Desa Lengkong kini bukan lagi sekadar wilayah administratif, melainkan hub ekonomi dan religi yang siap bersaing.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sentuhan Digital Mahasiswa PNP: Siap Bawa Desa Wisata Guranjhil Mendunia

13 Juni 2026 - 17:49 WIB

Nagari Ladang Panjang Perkuat Benteng Desa Lawan Narkoba

13 Juni 2026 - 15:43 WIB

Ujian Nyata Dua Kades PAW Bojonegoro Memimpin Desa

11 Juni 2026 - 18:40 WIB

Desa Ketanggan Berhasil Legalkan Tanah Aset Desa

9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pendaftaran Pilkades Serentak Belitung 2026 Resmi Dibuka

9 Juni 2026 - 18:42 WIB

Pilkades Subang 2026: Ironi Demokrasi dan Mahalnya Kursi Desa

9 Juni 2026 - 17:15 WIB

Trending di DESA