Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Di balik seragam dinas, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Agam tetaplah manusia biasa yang tak luput dari hantaman bencana. Menyadari beban ganda yang dipikul—sebagai pelayan publik sekaligus penyintas—Dharma Wanita Persatuan Kementerian Dalam Negeri (DWP Kemendagri) turun tangan memberikan “suntikan” semangat melalui bantuan kemanusiaan.
Sebanyak 66 paket bantuan lengkap beserta uang tunai dengan total nilai Rp66 juta disalurkan khusus bagi ASN terdampak bencana di wilayah tersebut. Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Penasihat DWP Kemendagri, Yane Ardian Bima Arya, dalam sebuah agenda yang mengedepankan aspek kepedulian antarsesama anggota korps pemerintahan.
Paket Lengkap Menuju Ramadan yang Tenang
Bantuan yang diberikan dirancang secara fungsional untuk memenuhi kebutuhan mendasar dan spiritual. Setiap paket terdiri dari:
- Bahan pokok (Sembako)
- Peralatan memasak (Kompor)
- Perlengkapan ibadah (Alat salat)
- Dukungan dana tunai
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selain sebagai upaya pemulihan pasca-bencana, DWP Kemendagri ingin memastikan para ASN dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan lebih tenang dan layak. Koordinasi intensif telah dilakukan sebelumnya dengan pengurus DWP di tingkat Provinsi Sumatra Barat dan Kabupaten Agam untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Apresiasi Atas Solidaritas Lintas Instansi
Kepedulian ini disambut hangat oleh Ny. Harneli Mahyeldi, Penasihat DWP Provinsi Sumbar. Menurutnya, bantuan ini adalah bentuk penguat mental bagi para abdi negara yang sedang berusaha menata kembali kehidupan mereka setelah tertimpa musibah.
Senada dengan hal tersebut, Penasihat DWP Kabupaten Agam, Maya Primasari Iqbal, menekankan bahwa perhatian dari pusat ini memberikan pesan moral yang sangat berarti. Kehadiran jajaran pengurus pusat dan provinsi di Kabupaten Agam menunjukkan bahwa solidaritas di lingkungan pemerintahan tetap kokoh, terutama di masa-masa sulit.
Melalui aksi nyata ini, DWP Kemendagri membuktikan bahwa peran organisasi bukan hanya sebagai pendamping administratif, melainkan juga sebagai pelindung sosial bagi anggotanya yang tengah mengalami masa sulit.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.