Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 29 Jan 2026 21:01 WIB ·

Agus Suminto Kembali Nahkodai PPDI Bandung: Perkuat Fondasi Desa di Era Digital


					Agus Suminto Kembali Nahkodai PPDI Bandung: Perkuat Fondasi Desa di Era Digital Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Perangkat desa masa kini dituntut tidak hanya piawai mengurus administrasi di balik meja, tetapi juga harus “melek” hukum di ruang siber. Semangat itulah yang mewarnai Musyawarah Kecamatan (Muscam) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Bandung, Tulungagung, periode 2026-2031 di Balai Desa Bandung, Kamis (29/1/2026).

Dalam momentum estafet kepemimpinan tersebut, Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, melontarkan kritik konstruktif yang menyasar para perangkat desa milenial. Ia menegaskan bahwa ponsel pintar yang digenggam para abdi desa harus menjadi alat navigasi regulasi, bukan sekadar hiburan media sosial.

“Jangan sampai ponsel hanya aktif untuk media sosial, tapi lalai dengan aturan yang menaungi profesi kita. Jadikan ponsel sarana belajar PP No. 11 Tahun 2019,” tegas Fatah di hadapan peserta musyawarah.

Aklamasi dan “Visi Khayalan” Agus Suminto
Proses demokrasi dalam Muscam ini berakhir dengan keputusan bulat. Agus Suminto, atau yang akrab disapa Minto, kembali dipercaya secara aklamasi untuk menakhodai PPDI Kecamatan Bandung lima tahun ke depan.

Menariknya, dalam pidato kemenangannya, Minto secara berani menyebut visi dan misinya sebagai “khayalan” yang siap ia wujudkan. Sudut pandang ini mencerminkan ambisi besar untuk membawa organisasi ke level yang lebih progresif. “Visi-misi saya mungkin terasa seperti khayalan, tapi saya akan membuktikannya menjadi kenyataan demi manfaat nyata bagi perangkat desa,” ujarnya.

Fondasi Desa: Filosofi Rumah Tangga Pemerintahan
Camat Bandung, Chanif Djatmiko Nugroho, S.Sos., yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan analogi segar mengenai posisi perangkat desa dalam sistem pemerintahan. Ia mengibaratkan pemerintah desa sebagai sebuah bangunan utuh:

  • Perangkat Desa: Sebagai fondasi dan tiang penyangga.
  • Kepala Desa: Sebagai atap pelindungnya.

Analogi ini mempertegas bahwa tanpa profesionalisme dan fondasi yang kuat dari perangkat desa, roda pemerintahan tidak akan stabil di tengah dinamika regulasi yang semakin cepat.

Selain aspek teknis, etika (unggah-ungguh) juga menjadi sorotan. PPDI Bandung di bawah kepemimpinan baru diharapkan mampu menjembatani kolaborasi antara perangkat desa senior dan junior agar tetap solid dalam memberikan pelayanan publik yang berintegritas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Bawah Teduh Pepohonan, Tripika Pasimarannu Dampingi Warga Terdampak Gempa

15 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Keteladanan 2 Kades di Biboki Selatan Tambal Jalan

14 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Warga Dusun 2B Karang Sari Bangun Gapura Sambut HUT ke-81 RI, Semarakkan Desa HELAU

12 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Merah Putih di Gerbang Penyangga: Menjahit Swadaya Lewat Desa HELAU

11 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pertahankan Ruang Hidup Pesisir, Nagari Ketaping Daulatkan Mitigasi Bencana

9 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Tinggalkan Asumsi, RKP Banjararum 2027 Kini Berbasis Data!

9 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Musdes Penetapan ID Banjararum2.
Trending di KABAR DESA