Kediri, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, seolah tak pernah habis dari sorotan. Setelah sempat viral karena anatominya yang unik dan mengantongi hak cipta dari Kemenkumham, kini karya seni tersebut menjadi sasaran aksi vandalisme misterius.
Pada Senin (26/1/2026), bagian hidung dan mulut patung berbahan semen tersebut ditemukan berlumuran cairan kecokelatan yang cukup pekat. Bukannya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib untuk pengejaran pelaku, pihak pengelola justru memilih jalan damai demi menjaga kenyamanan pengunjung.
Bukan Minyak Biasa, Patung Langsung “Kinclong”
Berdasarkan pemeriksaan panitia pengelola, cairan yang mengotori patung tersebut ternyata merupakan minyak wangi dalam jumlah besar. Meski kamera pengawas (CCTV) terpasang di area lokasi, pihak Desa Balongjeruk memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah ini secara hukum.
“Sudah aman. Saat ini sudah bersih kembali kinclong. Tidak perlu diperpanjang lagi,” ujar Rouf Khoironi, Bidang Kesejahteraan Rakyat Desa Balongjeruk. Aksi bersih-bersih massal langsung dilakukan oleh panitia bersama warga setempat agar estetika patung yang menjadi magnet ekonomi desa tersebut tetap terjaga.
Dari Kontroversi Menjadi Mesin Ekonomi
Patung buatan Suwari ini sejatinya memiliki sejarah yang menarik. Muncul pada Desember 2025, patung ini awalnya menuai pro dan kontra karena bentuknya yang dianggap jauh dari anatomi macan asli. Bahkan, sempat ada desakan untuk merobohkannya.
Namun, keunikan tersebut justru menjadi berkah. Arus kunjungan warga yang tinggi terbukti mampu mendongkrak ekonomi makro di tingkat desa. Keseriusan pengelola juga terlihat dari turunnya sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan pembangunan fasilitas penunjang seperti tempat parkir, toilet, hingga agenda rutin Car Free Day setiap hari Minggu.
Vandalisme minyak wangi ini pun kini hanya dianggap sebagai “bumbu” dalam perjalanan eksistensi Macan Putih Balongjeruk yang terus bertransformasi menjadi ikon wisata kerakyatan di Kediri.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.