Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 29 Jan 2026 08:19 WIB ·

Ikonik! Patung Macan Putih Kediri Tetap Eksis Meski Divandalisme


					Patung Macan Putih yang viral di Desa Balongjeruk Kediri. (Foto: Istimewa) Perbesar

Patung Macan Putih yang viral di Desa Balongjeruk Kediri. (Foto: Istimewa)

Kediri, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, seolah tak pernah habis dari sorotan. Setelah sempat viral karena anatominya yang unik dan mengantongi hak cipta dari Kemenkumham, kini karya seni tersebut menjadi sasaran aksi vandalisme misterius.

Pada Senin (26/1/2026), bagian hidung dan mulut patung berbahan semen tersebut ditemukan berlumuran cairan kecokelatan yang cukup pekat. Bukannya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib untuk pengejaran pelaku, pihak pengelola justru memilih jalan damai demi menjaga kenyamanan pengunjung.

Bukan Minyak Biasa, Patung Langsung “Kinclong”
Berdasarkan pemeriksaan panitia pengelola, cairan yang mengotori patung tersebut ternyata merupakan minyak wangi dalam jumlah besar. Meski kamera pengawas (CCTV) terpasang di area lokasi, pihak Desa Balongjeruk memutuskan untuk tidak memperpanjang masalah ini secara hukum.

“Sudah aman. Saat ini sudah bersih kembali kinclong. Tidak perlu diperpanjang lagi,” ujar Rouf Khoironi, Bidang Kesejahteraan Rakyat Desa Balongjeruk. Aksi bersih-bersih massal langsung dilakukan oleh panitia bersama warga setempat agar estetika patung yang menjadi magnet ekonomi desa tersebut tetap terjaga.

Dari Kontroversi Menjadi Mesin Ekonomi
Patung buatan Suwari ini sejatinya memiliki sejarah yang menarik. Muncul pada Desember 2025, patung ini awalnya menuai pro dan kontra karena bentuknya yang dianggap jauh dari anatomi macan asli. Bahkan, sempat ada desakan untuk merobohkannya.

Namun, keunikan tersebut justru menjadi berkah. Arus kunjungan warga yang tinggi terbukti mampu mendongkrak ekonomi makro di tingkat desa. Keseriusan pengelola juga terlihat dari turunnya sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan pembangunan fasilitas penunjang seperti tempat parkir, toilet, hingga agenda rutin Car Free Day setiap hari Minggu.

Vandalisme minyak wangi ini pun kini hanya dianggap sebagai “bumbu” dalam perjalanan eksistensi Macan Putih Balongjeruk yang terus bertransformasi menjadi ikon wisata kerakyatan di Kediri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 48 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pindang Srani: Rahasia Harmonisasi Petinggi Desa Jepara

15 Juni 2026 - 11:00 WIB

Dilema Dana CSR Desa Tamainusi: Antara Pembangunan dan Penjara

15 Juni 2026 - 09:05 WIB

Lewat Sentuhan Digital, Potensi Tersembunyi Desa Wisata Guranjhil Siap Mendunia

13 Juni 2026 - 17:49 WIB

Nagari Ladang Panjang Perkuat Benteng Desa Lawan Narkoba

13 Juni 2026 - 15:43 WIB

Ujian Nyata Dua Kades PAW Bojonegoro Memimpin Desa

11 Juni 2026 - 18:40 WIB

Desa Ketanggan Berhasil Legalkan Tanah Aset Desa

9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Trending di DESA