Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 28 Jan 2026 18:34 WIB ·

Kementerian PU Siapkan Rp667 Miliar Bangun Jembatan Permanen Malalak


					Kementerian PU Siapkan Rp667 Miliar Bangun Jembatan Permanen Malalak Perbesar

Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Penanganan infrastruktur pascabencana di jalur ekstrem Malalak–Bukittinggi memasuki babak baru. Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya sekadar menambal kerusakan, tetapi tengah menyiapkan jembatan permanen dan sistem mitigasi canggih senilai Rp667 miliar untuk mengamankan jalur vital tersebut.

Keputusan besar ini diambil saat Dody meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Rabu (28/1/2026). Anggaran fantastis tersebut akan dialokasikan pada tahun anggaran 2026–2027 guna memulihkan total konektivitas Sumatera Barat yang sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu.

Desain Khusus di Medan Ekstrem
Pembangunan jembatan permanen ini menjadi tantangan teknis tersendiri. Mengingat jalur Malalak berada di kawasan hutan lindung dengan topografi yang curam dan terjal, Kementerian PU kini sedang menggodok desain khusus yang selaras dengan perizinan konservasi.

“Selain pemasangan jembatan sementara jenis armco dan bailey untuk kebutuhan mendesak, kami juga menyiapkan desain pembangunan jembatan permanen yang sesuai dengan kondisi geografis di sini,” jelas Dody Hanggodo.

Mitigasi dengan Teknologi Sabo Dam
Langkah lainnya adalah rencana pembangunan Sabo Dam. Teknologi ini dirancang untuk menahan laju aliran air dan material vulkanik dari pegunungan agar tidak langsung menghantam jalan raya, terutama di titik kritis kilometer 74.

Langkah mitigasi ini dianggap krusial untuk mencegah terulangnya tragedi banjir bandang November 2025 yang memutus arus logistik utama daerah tersebut.

Harapan Pemulihan Ekonomi
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang mendampingi kunjungan tersebut, menekankan bahwa kecepatan realisasi proyek ini adalah harga mati bagi ekonomi masyarakat. Jalur Malalak bukan sekadar jalan, melainkan urat nadi distribusi barang dan jasa di Sumbar.

“Kami berharap penanganan ini tidak hanya cepat, tetapi juga berorientasi pada keamanan jangka panjang agar masyarakat tidak lagi was-was saat melintas,” ujar Mahyeldi.

Peninjauan ini turut dikawal oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Bupati Agam Benny Warlis, yang memastikan bahwa koordinasi lintas sektor berjalan mulus demi kembalinya normalitas di “Bumi Wali”.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Rusak Sumbar Meluas: Inpres Jadi Solusi Cerdas Perbaikan

4 Mei 2026 - 04:47 WIB

Sekolah Steril Kekerasan Jadi Kunci SDM Unggul Sumbar

2 Mei 2026 - 12:44 WIB

Sumbar Raih Apresiasi Kemendagri: Pemulihan Lahan Pertanian Terbaik se-Sumatera

30 April 2026 - 23:10 WIB

Sawah Pasca-Bencana Agam Kembali Hijau Lewat Gerakan Tanam Serempak

30 April 2026 - 23:00 WIB

Membangun Bogor Lewat Strategi Satu Kilometer Tiap Desa

30 April 2026 - 07:52 WIB

Tiga Kades PAW Bojonegoro Segera Tancap Gas Kelola Anggaran

30 April 2026 - 06:41 WIB

Trending di PEMDA