Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 27 Jan 2026 18:16 WIB ·

Filosofi Atap dan Fondasi: Harmoni Baru PPDI Sumbergempol


					Filosofi Atap dan Fondasi: Harmoni Baru PPDI Sumbergempol Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Dinamika pemerintahan desa tidak lagi sekadar urusan administrasi, melainkan tentang harmoni antara pengambil kebijakan dan pelaksana lapangan. Hal ini tercermin dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Sumbergempol yang digelar di Balai Desa Jabalsari, Selasa pagi (27/1/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini melahirkan perspektif segar mengenai hubungan kerja di level desa. Juni, Ketua PKDI (Persatuan Kepala Desa Indonesia) Kabupaten Tulungagung, melontarkan analogi yang mendalam tentang struktur pemerintahan desa.

“Jika Kepala Desa adalah atapnya, maka Perangkat Desa adalah fondasi dan tiang penyangganya. Tanpa fondasi kuat, mustahil roda pemerintahan desa bisa stabil,” tegas Juni di hadapan para perwakilan perangkat desa se-Kecamatan Sumbergempol.

Menghapus Ego Sektoral
Muscam ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan upaya membuang jauh ego sektoral. Komunikasi yang tersumbat antara pimpinan dan staf di level desa diharapkan luruh melalui wadah profesi ini. Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, mengingatkan kembali esensi perangkat desa sebagai pelayan masyarakat yang wajib loyal dan berkoordinasi erat dengan Kepala Desa.

Menariknya, Abdul Fatah juga menyinggung sejarah panjang PPDI Tulungagung yang ternyata memiliki “rahim” di Sumbergempol. Berawal dari embrio kecil bernama Forum Komunikasi Perangkat Desa (FKPD), organisasi ini tumbuh besar menjadi PPDI yang sekarang. “Kami adalah penerus yang tidak akan melupakan sejarah, namun siap membawa inovasi baru untuk kesejahteraan anggota,” tambahnya.

Wahyu Suwito Terpilih Aklamasi
Sebagai simbol profesionalisme, PPDI kini mewajibkan penggunaan seragam batik organisasi lengkap dengan atributnya setiap tanggal 17. Aturan ini bukan sekadar formalitas, melainkan kode etik untuk menjaga muruah profesi perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan publik.

Di penghujung acara, Muscam tersebut membuahkan hasil mufakat. Wahyu Suwito, M.Pd., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PPDI Kecamatan Sumbergempol periode terbaru. Wahyu menyadari bahwa tantangan regulasi ke depan akan semakin dinamis.

“Saya tidak bisa berjalan sendiri. Saya butuh kritik dan saran agar PPDI Sumbergempol menjadi organisasi yang aktif, progresif, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat desa,” pungkas Wahyu.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rembuk Stunting Desa Polewali Siapkan Generasi Berkualitas

4 Juni 2026 - 13:56 WIB

PABPDSI Gelar Retreat Nasional, Perkuat Pembangunan dari Desa

3 Juni 2026 - 08:51 WIB

Demokrasi Setengah Hati pada Pemilihan BPD Desa Tanjungbaru

27 Mei 2026 - 11:15 WIB

Warga Poto Tagih Transparansi Dana Desa Kabupaten Kupang

24 Mei 2026 - 20:12 WIB

Berburu Sertifikat Lahan Bebas Sengketa lewat PTSL Desa Panggul

22 Mei 2026 - 17:31 WIB

Sepak Bola dan Asa Pemuda di Desa Mubur Anambas

22 Mei 2026 - 13:51 WIB

Trending di DESA