Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 24 Jan 2026 22:21 WIB ·

Bukan Sekadar Membangun, Menko PMK Pastikan Sumbar Anti-Bencana


					Bukan Sekadar Membangun, Menko PMK Pastikan Sumbar Anti-Bencana Perbesar

Agam, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Wajah pemulihan pascabencana di Sumatera Barat (Sumbar) kini memasuki babak baru yang lebih canggih dan terukur. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan kembali fasilitas fisik, melainkan menerapkan filosofi “Build Back Better” atau membangun lebih baik dan lebih aman.

Langkah konkret ini ditandai dengan peresmian Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (24/1/2026). Peresmian ini istimewa karena didasari oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026 tentang pembentukan Satgas khusus untuk memastikan percepatan rehabilitasi tidak lagi menabrak zona rawan bencana.

“Presiden mengarahkan agar pembangunan tidak sekadar kembali berdiri, tetapi harus berbasis data geospasial serta by name by address. Kita harus pastikan warga tidak kembali tinggal di area berisiko tinggi,” ujar Pratikno di hadapan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Sinergi Raksasa: BPS, BRIN, hingga BIG Turun Tangan
Sudut pandang out of the box dalam pemulihan kali ini adalah pelibatan lembaga riset dan data secara masif. Proses rehabilitasi kini melibatkan verifikasi ketat dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta dukungan teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Informasi Geospasial (BIG). Tujuannya jelas: menghindari kesalahan administratif dan teknis dalam pembangunan infrastruktur jangka panjang.

Di lapangan, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa pemulihan akses komunikasi, listrik, dan air bersih hampir mencapai 100 persen. Pengerjaan jembatan darurat seperti Bailey dan Aramco terus dikebut untuk memastikan rantai logistik melalui jalur darat tetap lancar pascapenutupan posko di Bandara Internasional Minangkabau.

Sumbar Butuh Rp21,4 Triliun untuk Bangkit
Gubernur Mahyeldi memaparkan fakta mencengangkan terkait dampak ekonomi bencana. Estimasi kerugian di 15 kabupaten/kota mencapai angka Rp33 triliun. Untuk membangun kembali marwah ekonomi dan infrastruktur, Sumbar membutuhkan suntikan dana rehabilitasi sebesar Rp21,4 triliun.

“Wilayah seperti Agam dan Tanah Datar membutuhkan pembangunan Sabo Dam dan Cek Dam secara masif. Ini bukan hanya soal memperbaiki yang rusak, tapi soal mitigasi agar banjir dan lahar dingin di masa depan tidak lagi menjadi ancaman mematikan,” tegas Mahyeldi.

Gubernur berharap percepatan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dapat segera terealisasi agar proyek strategis pengurangan risiko bencana ini bisa langsung dikerjakan tanpa hambatan birokrasi anggaran.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN