Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 22 Jan 2026 09:44 WIB ·

Pangkalpinang “Bersih-Bersih” Aturan Daerah Agar Lebih Ramah HAM


					Pangkalpinang “Bersih-Bersih” Aturan Daerah Agar Lebih Ramah HAM Perbesar

Pangkalpinang, Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan langkah progresif untuk memastikan tidak ada lagi produk hukum daerah yang berpotensi mencederai hak warga. Melalui sinergi dengan Kanwil Kementerian HAM Bangka Belitung, Pemkot bakal melakukan tinjauan awal (preview) terhadap seluruh Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwako).

Langkah proaktif ini bertujuan untuk menyaring setiap regulasi agar benar-benar selaras dengan prinsip hak asasi manusia sebelum diberlakukan secara luas. Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa audit aturan ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem birokrasi yang inklusif.

“Kanwil HAM akan melakukan preview terhadap Perda maupun Perwako untuk memastikan unsur-unsur HAM sudah terpenuhi di dalamnya,” ujar Saparudin usai audiensi dengan pejabat Kanwil HAM Babel, Selasa (21/1/2026).

Mencegah Maladministrasi Melalui Rekomendasi
Mekanisme ini bekerja sebagai sistem peringatan dini. Meski sinkronisasi peraturan daerah secara struktural berada di bawah Kementerian Hukum, Kementerian HAM melalui kantor wilayah memegang peran krusial sebagai peninjau dan pemberi rekomendasi perbaikan.

Jika dalam proses audit ditemukan regulasi yang dianggap diskriminatif atau mengabaikan hak masyarakat, Kanwil HAM akan memberikan surat rekomendasi resmi. “Jika ada hal yang perlu diperbaiki, Kanwil HAM akan menyurati Pemkot untuk dilakukan revisi atau peninjauan ulang,” jelas Saparudin.

Pemerintahan Inklusif Jadi Target Utama
Kolaborasi ini menandai babak baru dalam tata kelola pemerintahan di Pangkalpinang. Dengan melibatkan ahli HAM dalam penyusunan dan peninjauan regulasi, Pemkot berupaya meminimalkan potensi konflik hukum di masa depan.

Upaya ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan langkah nyata untuk menjamin setiap kebijakan yang lahir dari meja wali kota dan DPRD tetap berpijak pada perlindungan martabat manusia. Melalui cara ini, Pangkalpinang berambisi menjadi kota percontohan dalam penegakan HAM di tingkat daerah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT