Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 19 Jan 2026 22:48 WIB ·

Sekda Sumbar: SLB Bukan Sekadar Sekolah, Tapi Ruang Mandiri


					Sekda Sumbar: SLB Bukan Sekadar Sekolah, Tapi Ruang Mandiri Perbesar

Payakumbuh, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah pilar utama dalam menciptakan keadilan sosial melalui pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi, saat melakukan kunjungan kerja ke SLBN 1 Payakumbuh pada Senin (19/1/2026).

Dalam sudut pandang yang lebih luas, kunjungan ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan upaya validasi lapangan terhadap hak-hak anak berkebutuhan khusus (ABK) yang sering kali terpinggirkan dalam narasi pendidikan arus utama. Arry menekankan bahwa pendidikan bagi ABK adalah investasi kemanusiaan yang wajib dipenuhi secara bermutu dan berkelanjutan.

“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kami di pemerintah provinsi berkewajiban memastikan dukungan bagi SLB tersedia secara memadai,” tegas Arry Yuswandi di sela peninjauan sarana prasarana sekolah.

Menakar Kesabaran dan Dedikasi Pendidik
Ada pemandangan berbeda dalam kunjungan kali ini. Sekdaprov tidak hanya memeriksa dokumen administratif, tetapi turun langsung berdialog dengan para siswa dan guru. Arry memberikan apresiasi tinggi terhadap para pengajar di SLBN 1 Payakumbuh. Menurutnya, guru SLB memikul beban ganda: sebagai pengajar ilmu pengetahuan sekaligus pendamping emosional yang membentuk kemandirian siswa.

Kesabaran para pendidik ini dinilai sebagai aset tak ternilai bagi Sumatera Barat dalam membangun masyarakat yang inklusif. Tanpa dedikasi mereka, kemandirian dan kepercayaan diri peserta didik sulit untuk tumbuh secara optimal.

Komitmen Anggaran dan Fasilitas Berkelanjutan
Menyadari bahwa tantangan pendidikan khusus sangat dinamis, Sekdaprov menyoroti pentingnya pembaruan kompetensi guru dan perawatan fasilitas fisik. Kebutuhan sarana di SLB jauh lebih spesifik dibandingkan sekolah reguler, sehingga membutuhkan perhatian anggaran yang juga khusus.

“Kami akan terus mendorong koordinasi lintas perangkat daerah agar kebutuhan SLB dapat diakomodasi secara bertahap dan terukur. Semua disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah namun tetap menjadi prioritas,” tambahnya.

Harapannya, SLBN 1 Payakumbuh mampu menjadi role model atau percontohan pusat layanan pendidikan khusus di Sumatera Barat. Dengan layanan yang ramah dan berkualitas, sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang mampu menghantarkan siswanya menuju pintu kemandirian di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Kisah Alvin di Sekolah Rakyat Dharmasraya Bikin Haru

2 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Kisah Perjuangan Mahyeldi Bakar Semangat Siswa SRT Dharmasraya

2 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Sekolah Rakyat Dharmasraya Titik Balik Putus Rantai Kemiskinan

2 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Kolaborasi Anggota Dewan Dongkrak Penerima PIP SMKN Kletek

31 Juli 2026 - 20:39 WIB

Trending di PENDIDIKAN