Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 13 Jan 2026 17:23 WIB ·

Koperasi Merah Putih Jadi Jantung Ekonomi Baru di Desa


					Koperasi Merah Putih Jadi Jantung Ekonomi Baru di Desa Perbesar

Boyolali, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Wajah ekonomi perdesaan di Indonesia diprediksi akan berubah drastis melalui kolaborasi dua program raksasa: Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa kini bukan lagi sekadar objek, melainkan pemasok utama kebutuhan nasional.

Dalam acara “Ngopi Bareng” bersama kepala desa di Desa Banyuanyar, Boyolali, Selasa (13/1/2026), Mendes Yandri mengungkapkan bahwa desa menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto. Hal ini tertuang dalam Asta Cita ke-6, yakni membangun dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Desa Tematik: Menjawab Kebutuhan Bahan Baku MBG
Mendes Yandri mendorong setiap desa untuk segera memetakan potensi lokal melalui program Desa Tematik. Pilihannya beragam, mulai dari Desa Ikan Nila, Desa Melon, hingga Desa Ayam Petelur, tergantung keunggulan geografis masing-masing daerah.

Sudut pandang unik yang ditekankan adalah hilangnya kekhawatiran petani soal pasar. Selama ini, kendala utama petani desa adalah serapan produk. Namun, dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), desa kini memiliki pembeli siaga (off-taker) dalam skala besar.

“Tidak perlu khawatir, hasil produksi desa akan diserap oleh MBG karena program ini membutuhkan bahan baku yang sangat masif setiap harinya,” ujar Yandri.

KDMP Sebagai Sentra Distribusi dan Logistik
Jika MBG adalah pasarnya, maka Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah mesin penggeraknya. KDMP didesain menjadi sentra perputaran ekonomi yang menguntungkan warga secara langsung.

Koperasi ini tidak hanya mendistribusikan produk lokal keluar desa, tetapi juga mempermudah warga mendapatkan akses komoditas penting seperti LPG, pupuk, dan sembako dengan harga terjangkau. Keuntungan dari KDMP pun akan mengalir kembali ke kas desa sebagai aset produktif, termasuk kepemilikan gerai dan kendaraan distribusi.

Gudang Kabupaten: Penjamin Stabilitas Stok
Untuk menjaga kepastian suplai, Kemendes PDT menyiapkan skema gudang besar di tingkat kabupaten. Gudang ini berfungsi sebagai titik kumpul (hub) yang menampung produk dari berbagai Desa Tematik sebelum didistribusikan ke pasar yang membutuhkan.

“Dengan sistem ini, dana desa tidak lagi hanya terserap di infrastruktur fisik, tetapi benar-benar berputar untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui KDMP dan MBG,” tambah mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Dalam kunjungan yang turut didampingi Wamendes Ahmad Riza Patria dan Bupati Boyolali Agus Irawan ini, pemerintah juga membuka ruang dialog dengan Persatuan Aparat Pemerintah Desa Indonesia (PAPDESI) untuk memastikan aspirasi dari akar rumput menjadi dasar kebijakan pemulihan ekonomi perdesaan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN